JAKARTA UTARA, AYOJAKARTA.COM -- Terbatasnya jumlah Klinik Pratama atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menyebabkan pelayanan kesehatan kepada warga menjadi kurang maksimal.
Sejauh ini, banyak warga hanya memanfaatkan fasilitas kesehatan di Puskesmas Kelurahan maupun Puskesmas Kecamatan di Jakarta Utara.
Kepala BPJS Kesehatan Jakarta Utara, Parasamya Dewi Cipta mengatakan jumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) idealnya di Jakarta Utara sebanyak 147 FKTP. Saat ini, jumlah fasilitas kesehatan tersebut hanya 125 FKTP.
"Kita masih kekurangan 22 FKTP khususnya untuk Klinik Pratama di Kecamatan Cilincing dan Kecamatan Pademangan yang jumlah pesertanya cukup banyak," ujar Parasamya, Kamis (21/11/2019).
AYO BACA : Klinik Pratama Balai Kota Juara 2 Fasilitas Kesehatan Tingkat Nasional
Data BPJS Kesehatan Jakarta Utara, tercatat jumlah FKTP di Jakarta Utara yakni 55 Puskesmas, 52 Klinik Pratama, 17 Klinik TNI/Polri, dan 1 Dokter Praktek Perorangan (DPP).
"Di Kecamatan Pademangan tercatat hanya ada 2 Klinik Pratama. Padahal di kecamatan lainnya terdapat 9-10 Klinik Pratama. Sedangkan di Kepulauan Seribu Utara dan Kepulauan Seribu Selatan tidak memiliki Klinik Pratama dan hanya dilayani masing-masing 3 Puskesmas," kata Parasamya.
Pihaknya, lanjut Parasamya, masih mencari mitra agar pelayanan kesehatan di tingkat Klinik Pratama di Jakarta Utara dapat bertambah.
"Untuk itu kami masih mencari mitra Klinik Pratama dengan persyaratan di antaranya memiliki Surat Izin Operasional Klinik Pratama, dua dokter umum yang memiliki SIP (Surat Izin Praktek), satu dokter gigi yang memiliki SIP (opsional), memiliki jejaring apotek dan bidan sesuai, serta NPWP Badan seusai Permenkes Nomor 71 Tahun 2013," ungkapnya.
AYO BACA : Tim Kemenkes Survei Klinik Pratama Satpelkes Jakpus untuk Akreditasi

Share this article
Terbatasnya jumlah Klinik Pratama atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menyebabkan pelayanan kesehatan kepada warga menjadi kurang maksimal. Sejauh ini, banyak warga hanya memanfaatkan fasilitas kesehatan di Puskesmas Kelurahan maupun Puskesmas Kecamatan di Jakarta Utara.