AYOJAKARTA.COM - Cara berbuka puasa yang baik untuk tubuh tidak boleh dilakukan sembarangan.
Setelah hampir seharian menahan lapar dan haus, tubuh berada dalam kondisi kadar gula darah menurun dan cairan berkurang.
Jika salah pola makan, risiko gangguan pencernaan hingga dehidrasi bisa meningkat.
Karena itu, penting memahami cara buka puasa yang sehat agar ibadah tetap lancar dan tubuh tetap bugar.
Dilansir dari laman resmi RSUD Padang Panjang, berikut enam cara berbuka puasa yang baik.
1. Segerakan Berbuka Puasa
Saat waktu berbuka tiba, sebaiknya tidak menunda makan atau minum. Menunda berbuka dapat membuat kadar gula darah turun lebih drastis dan memicu gejala seperti pusing, lemas, hingga gemetar.
Mengawali berbuka tepat waktu membantu tubuh segera mendapatkan asupan energi yang dibutuhkan.
2. Pilih Takjil Manis Alami
Berbuka dengan rasa manis memang dianjurkan, tetapi pilihlah sumber manis alami seperti kurma atau buah segar.
Tiga butir kurma dan segelas air putih sudah cukup untuk membantu mengembalikan kadar gula darah ke rentang normal.
Alternatif lain adalah jus buah tanpa gula tambahan atau puding rendah gula.
Hindari minuman terlalu dingin dan tinggi gula seperti sirup berlebihan karena bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat lalu turun drastis.
3. Jangan Langsung Makan Berat
Setelah seharian kosong, lambung perlu beradaptasi. Cara berbuka puasa yang sehat adalah mengonsumsi takjil ringan terlebih dahulu, lalu beri jeda sekitar 15–20 menit sebelum makan utama.
Jeda ini memberi waktu sistem pencernaan untuk “bangun” kembali sehingga terhindar dari begah atau mual.
4. Makan Perlahan dan Hindari Porsi Berlebihan
Kunyah makanan hingga halus dan makan secara bertahap. Makan terlalu cepat membuat pencernaan bekerja lebih berat dan meningkatkan risiko kembung, heartburn, atau sakit perut.
Selain itu, berbuka bukan ajang “balas dendam”. Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus justru memicu gangguan pencernaan seperti sembelit atau nyeri lambung.
5. Konsumsi Menu Bergizi Seimbang
Menu utama sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral.
Contohnya nasi merah dengan ayam panggang dan sup sayur, atau kentang panggang dengan dada ayam tanpa kulit dan tumis brokoli.
Komposisi gizi seimbang membantu menjaga energi stabil sepanjang malam hingga sahur.
6. Penuhi Kebutuhan Cairan
Selama puasa, kebutuhan cairan tetap sekitar 1,5–2 liter atau 8 gelas per hari.
Anda bisa membaginya menjadi 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Tambahkan buah tinggi air dan sup untuk membantu hidrasi.
Dengan menerapkan cara berbuka puasa yang sehat, tubuh akan lebih siap menjalani Ramadan tanpa gangguan kesehatan.***
Share this article
Buka puasa sehat: segera minum air & kurma, hindari makan berlebih, dan beri jeda 20 menit ke menu berat bergizi seimbang. Kunyah perlahan serta penuhi hidrasi 8 gelas air agar tubuh tetap bugar.