AYOJAKARTA.COM - Saat Ramadan, pola makan berubah drastis. Apa yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka sangat menentukan energi, konsentrasi, serta daya tahan tubuh sepanjang hari.
Terutama bagi anak yang sedang belajar berpuasa, pemilihan menu bergizi menjadi kunci agar tetap bertenaga dan tidak mudah lemas.
Sayangnya, masih banyak makanan yang justru sebaiknya dikurangi saat puasa.
Berikut daftar makanan yang perlu dihindari saat puasa beserta alternatif yang lebih sehat.
1. Karbohidrat Sederhana dan Makanan Tinggi Gula
Roti tawar, donat, sereal manis, kue kering, hingga minuman bersoda memang praktis dan menggugah selera.
Namun, karbohidrat sederhana dan gula tinggi cepat diserap tubuh. Energi memang naik dengan cepat, tetapi hanya bertahan 3–4 jam sebelum akhirnya turun drastis. Akibatnya, tubuh terasa lemas dan cepat lapar.
Sebagai gantinya, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, atau kentang.
Untuk rasa manis, konsumsi buah segar seperti pisang, apel, melon, atau kurma yang mengandung serat dan vitamin.
2. Makanan Berlemak dan Gorengan
Gorengan seperti bakwan, risol, dan ayam goreng tinggi lemak jenuh dan sulit dicerna.
Makanan ini dapat membuat perut terasa begah, mulas, serta meningkatkan kadar kolesterol jika dikonsumsi berlebihan.
Alternatifnya, gunakan metode memasak yang lebih sehat seperti dikukus, direbus, atau dipanggang.
Sumber lemak sehat seperti alpukat, ikan salmon, kacang-kacangan, serta minyak zaitun lebih dianjurkan karena mendukung energi yang stabil.
3. Makanan Tinggi Garam
Keripik, makanan instan, dan camilan asin mengandung natrium tinggi yang dapat meningkatkan rasa haus.
Garam berlebih membuat tubuh menarik lebih banyak cairan, sehingga risiko dehidrasi meningkat saat puasa.
Kurangi penggunaan garam dan manfaatkan rempah alami untuk menambah rasa.
Sup ayam dengan bumbu alami atau salad dengan perasan lemon dan herba bisa menjadi pilihan yang lebih sehat.
4. Makanan Pedas dan Sulit Dicerna
Makanan pedas dapat mengiritasi lambung dan memicu peningkatan asam lambung.
Sementara itu, daging merah bertekstur keras atau makanan berat lain yang sulit dicerna bisa menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman.
Pilih protein ringan seperti telur rebus, tahu, tempe, ayam tanpa kulit, atau ikan. Tambahkan sayuran yang mudah dicerna seperti wortel dan bayam.
5. Minuman Berkafein
Kopi, teh, dan minuman berenergi bersifat diuretik sehingga meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Hal ini dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat dan mudah haus.
Sebagai gantinya, perbanyak air putih, air kelapa, atau infused water. Pastikan konsumsi 8–10 gelas air per hari untuk menjaga hidrasi.
Dengan mengurangi makanan yang perlu dihindari saat puasa dan menggantinya dengan menu bergizi seimbang, Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga kesempatan memperbaiki pola makan dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.***
Share this article
Menu sahur & buka kunci energi saat puasa. Hindari gula, gorengan, garam, pedas, dan kafein agar tak lemas/dehidrasi. Pilih karbohidrat kompleks, protein ringan, serta air putih untuk jaga kesehatan.