AYOJAKARTA.COM – Modus perilaku bejad yang dilakukan oleh oknum dokter bernama Priguna Anugerah Pratama di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, berhasil terungkap.
Ditemui usai melakukan olah TKP, Dirkrimum Polda Jabar Kombes Pol Suraman menyebut Dokter Priguna Anugerah Pratama sempat membius sebelum melecehkan korban.
Sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Agustus 2024 lalu, TKP pelecehan yang dilakukan Priguna Anugerah Pratama kepada pasiennya belum resmi digunakan.
Dari hasil pengembangan, Priguna Anugerah Pratama yang merupakan calon dokter anestesi juga kerap menjadikan obat bius sebagai upaya melancarkan niat jahatnya.
Hingga abad ke 19, proses pembedahan tubuh terhadap pasien masih dilakukan dalam kondisi sepenuhnya sadar atau tanpa melalui proses anestesi.
Baca Juga: Dokter Residen Gunakan Gedung Baru RSHS yang Belum Beroperasi untuk Kejahatan Seksual
Sebelum diperkenalkan oleh Dokter Gigi William TG Morton di tahun 1846, Anestesi yang berasal dari bahasa Yunani memiliki arti tanpa, tidak serta persepsi dan kemampuan merasakan.
Penggunaan anestesi sebagai salah satu prosedur pembedahan di Indonesia, pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Muhammad Kelan di tahun 1954.
Dengan adanya anestesi, pasien akan menjadi lebih tenang dan tidak mampu merasakan sakit selama menjalani fase operasi atau pembedahan tubuh.
Berdasarkan tinjauan medis, cara kerja Anestesi adalah dengan memblokir sinyal saraf di tubuh ke otak sehingga pasien tidak merasa kesakitan.
Selain menggunakan metode suntik, anestesi juga dapat dilakukan dengan memberikan krim atau salep, gas maupun semprotan khusus ke bagian tubuh tertentu.
Baca Juga: Tak Ada Restorative Justice, Dokter PPDS Unpad Priguna Terancam Bui 17 Tahun
Agar peristiwa yang dilakukan Priguna Anugerah Pratama kepada korbannya tidak kembali terjadi, berikut adalah jenis Anestesi di dunia kedokteran.
Jenis yang pertama adalah anestesi lokal atau hanya memblokir sinyal saraf di bagian tertentu, sehingga pasien akan tetap sadar.
Penggunaan anestesi jenis ini, selain biasa dilakukan saat pencabutan gigi atau operasi mata, juga pencabutan tahi lalat.
Anestesi regional, merupakan jenis anestesi yang membuat pasien tetap sadar namun tidak merasakan sakit apapun di bagian tubuh tertentu selama operasi dilakukan.
Memiliki efek bius yang lebih kuat dari jenis lokal, anestesi regional dapat dibedakan menjadi blok saraf perifer, epidural dan spinal yang biasa dilakukan saat persalinan.
Prosedur yang umumnya dilakukan seorang dokter anestesi adalah dengan memberikan suntikan ke bagian tubuh tertentu.
Jenis ketiga yang memiliki dampak hilangnya kesadaran pasien adalah anestesi umum atau sering disebut dengan bius total.
Biasa dilakukan saat pasien menjalani operasi besar, proses anestesi umum dapat dilakukan dengan inhalasi atau gas dan menyuntik pembuluh darah atau intravena.***

Share this article
Proses pembedahan tubuh terhadap pasien masih dilakukan dalam kondisi sepenuhnya sadar atau tanpa melalui proses anestesi.