AYOJAKARTA.COM – Di tengah peradaban yang serba instan dan singkat, gadget atau gawai menjadi salah satu perangkat andalan.
Dimulai sejak terbangun dari waktu tidur hingga kembali ke tempat tidur, penggunaan perangkat gadget atau gawai menjadi hal paling dominan dilakukan kebanyakan orang.
Alih-alih berfungsi sebagai alat bantu manusia, kehadiran perangkat gadget atau gawai justru secara perlahan memasung kehidupan manusia.
Desakan kultus FOMO atau Fear Of Missing Out atau ketinggalan zaman seringkali menjadi alasan seseorang mengabaikan kesehatan diri sendiri.
Baca Juga: 7 Persyaratan Siswa Eligible atau Berprestasi sebagai Pendaftar SNBP 2024, Sudah Tahu?
Karenanya, adagium yang menyebut bahwa segala hal yang berlebihan merupakan sesuatu yang tak baik dan bisa membahayakan perlu dijadikan refleksi.
Dalam bingkai normatif dan etika kesantunan serta hukum, penggunaan gawai tentu saja bukan suatu kejahatan yang harus ditinggalkan.
Sebab yang perlu menjadi fokus perhatian kebanyakan pengguna gawai adalah frekuensi atau durasi waktu dari penggunaan gawai tersebut.
Di tahun 2016, lembaga riset Discord mendapatkan fakta bahwa seseorang menyentuh layar gawainya sebanyak 2617 kali dalam sehari.
Angka tersebut bertambah menjadi 5400 kali bagi para pengguna yang aktif dalam bersosial media serta berpotensi akan terus meningkat setiap tahunnya.
Berbagai fitur dan layanan aplikasi serta penawaran memang dirancang secara khusus agar pengguna terus menggulir atau scrolling.
Disadari atau tidak, kebanyakan orang modern saat ini tak ada bedanya dengan seorang pengguna narkotika yang selalu merasa ketagihan dan ingin mengulangi sensasi senang.
Perbedaan antara manusia modern dengan pecandu narkotika adalah manusia modern yang merupakan pecandu teknologi.
Baca Juga: Mau Kuliah di Bandung? Berikut 5 Universitas Terbaik di Kota Bandung Tahun 2023 Versi Webometrics
Salah satu hal mencengangkan dari realitas tersebut adalah adanya temuan fakta sebanyak kurang lebih 200 anak di Jawa Barat dirawat di rumah sakit jiwa karena kecanduan gawai.
Kecanduan gadget adalah suatu kondisi di mana seseorang tak bisa lepas dari perangkat teknologi yang dimilikinya.
Sehingga keterpisahan sementara atau bahkan dalam jangka waktu lama dengan perangkat akan mengakibatkan seseorang mengalami perubahan emosional yang ekstrem.
Adanya rasa tak nyaman atau bahkan kecemasan ketika berjauhan dengan gawai merupakan salah satu petanda awal bagi seseorang pecandu teknologi.
Menurut Susan Weinschenk yang merupakan ilmuwan di bidang tingkah laku, kecanduan terhadap gawai timbul karena hormon Dopamine.
Dirangkum Ayojakarta Rabu 27 Desember 2023 dari YouTube Satu Persen, Dopamine merupakan salah satu hormon di dalam tubuh yang berfungsi mengatur timbulnya perasaan senang.
Sayangnya meski sudah mendapatkan kesenangan, hormon ini tak memberi sinyal kepada tubuh untuk berhenti sehingga terus mencari.***

Share this article
Berikut ini penyebab seseorang kecanduan gadget yang kini jadi hantu tanpa disadari, apa sajakah? cek di sini.