AYOJAKARTA.COM – Ada banyak alasan mengapa begadang dan kurang tidur adalah sesuatu yang buruk.
Kurang tidur dapat mengganggu fungsi kognitif, meningkatkan gejala kecemasan, menurunkan kewaspadaan dan studi terbaru mengatakan dapat membuat otak menua.
Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience, kurang tidur satu malam dapat mengubah otak dan membuatnya tampak lebih tua.
Penuaan otak mencakup perubahan struktural dan fungsional yang menguras kognisi seiring berjalannya waktu.
Berikut studi terbaru terkait dampak kurang tidur terhadap otak dikutip AyoJakarta dari Cnet, Selasa(19/9/2023).
Baca Juga: Waduh! 12 Tanda Ini Menunjukan Kamu Alami Stres Berlebihan, Salah Satunya Gelisah!
Kurang Tidur Membuat Otak Menua
Tidur adalah waktu yang penting bagi tubuh untuk pulih dari kelelahan, begitu pula dengan otak.
Memperkuat memori, membersihkan racun dan penciptaan jalur saraf baru hanya terjadi saat kita tidur.
Jika kamu tidak cukup tidur, otak tidak akan memiliki cukup waktu untuk menjalankan fungsi vital sehingga mengganggu fungsi kognitif.
Dilakukan penelitian terkait usia struktur otak dengan MRI dengan jumlah peserta 134 orang berusia 19-39 tahun dengan usia rata-rata 25,3 tahun.
Selama penelitian, diukur empat kondisi tidur yaitu Kurang tidur total (tidak tidur), kurang tidur parsial (tidur tiga jam) dan kurang tidur kronis (tidur lima jam selama lima hari berturut-turut) dan kelompok kontrol (delapan jam tidur).
Dari empat kelompok, hanya kelompok yang kurang tidur total (tidak tidur) yang ditemukan secara konsisten mengalami peningkatan usia otak satu hingga dua tahun lebih tua, setelah tidak tidur selama satu malam.
Usia otak tidak berubah secara signifikan pada kelompok lain.
Selain itu, tidur malam yang nyenyak memberikan efek kebalikannya pada penuaan otak.
Ada keterbatasan pada penelitian ini mengenai usia peserta dan durasi penelitian sehingga diperlukan lebih banyak penelitian untuk menyelidiki efek jangka panjang dari kurang tidur pada berbagai kelompok umur dan kebiasaan tidur.
Baca Juga: Benarkah Shampo Khusus Rambut Rontok Membantu? Cek Faktanya di Sini
Efek Lain dari Kurang Tidur yang Bisa Mempengaruhi Otak
Penelitian ini merupakan salah satu gambaran hubungan tidur dan otak.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki bagaimana kurang tidur kronis mempengaruhi usia struktur otak.
Namun, beberapa penelitian lain menunjukkan hal itu mempengaruhi otak di antaranya:
1. Peningkatan risiko demensia
Penelitian menunjukkan bahwa tidur kurang dari tujuh jam setiap malam dapat meningkatkan peluang terkena demensia.
Salah satu fungsi vital yang terjadi hanya ketika kita sedang tidur adalah membersihkan racun, tetapi fungsi tersebut hanya berjalan pada malam hari.
Jika kamu tidak tidur, racun tersebut akan menumpuk di ruang antar sel otak, di mana salah satu racun berhubungan dengan penyakit Alzheimer.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Panjang Jari Kamu Dapat Mengungkap Karakter dan Sikap yang Dimiliki
2. Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental
Tidur dan kesehatan adalah dua hal yang saling mengikat satu sama lain.
Kamu tidak dapat berkembang dalam satu hal jika yang satunya tidak ada.
Berapa banyak tidur yang kamu lakukan, secara langsung mempengaruhi suasana hati, kemampuan mengatasi stres dan menafsirkan emosi secara akurat.
Gejala kecemasan dan depresi meningkat seiring dengan kurang tidur karena amigdala atau pusat pemrosesan emosi di otak terlalu aktif.
Hal ini membuat kamu tidak dapat menafsirkan rangsangan dengan tepat sehingga meningkatkan gejala stres.***

Share this article
Penelitian mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat membuat struktur otak menua dalam semalam, begini penjelasannya.