AYOJAKARTA.COM – Polusi udara, hal yang selama ini mungkin kamu anggap sepele, ternyata bisa membawa ancaman yang serius bagi kesehatan mental.
Polusi udara yang semakin merajalela, ternyata dampaknya tidak hanya terasa pada fisik, tetapi juga dapat berdampak signifikan pada kesehatan mentalmu, yang dimana hal ini terbukti dalam penelitian oleh University of Oxford yang dipublikasikan dalam British Journal of Psychiatry.
Dalam artikel ini, akan disajikan informasi terkait hubungan antara polusi udara dan kesehatan mental, yang dikutip AyoJakarta dari SehatQ, Rabu (6/9/2023).
Baca Juga: Menkes: Polusi Udara Jadi Faktor Kematian Terbanyak ke-5 di Indonesia, Harus Lebih Waspada
Hasil Penelitian Hubungan Polusi Udara Dengan Kesehatan Mental
Penelitian yang telah dilakukan oleh Profesor Kam Bhui dari departemen psikiatri University of Oxford telah mengungkapkan bahwa terpaparnya individu terhadap polusi udara dapat memiliki dampak serius terhadap kesehatan mental mereka.
Dampak ini mencakup munculnya depresi, gangguan kecemasan, psikosis (di mana seseorang mengalami kesulitan membedakan antara realitas dan imajinasi), bahkan masalah neurokognitif seperti demensia.
Secara khusus, partikel-partikel yang terdapat dalam polusi udara, seperti bioaerosol, telah diidentifikasi sebagai salah satu pemicu utama masalah ini.
Baca Juga: Ternyata 5 Kebiasaan Sehari-Hari Ini Bisa Mengurangi Polusi Udara loh, Yuk Segera Lakukan!
Terdapat dugaan bahwa anak-anak dan remaja yang terpapar polusi udara, memiliki resiko tertinggi untuk mengalami dampak yang paling parah pada kesehatan mental, dan berpotensi menghadapi masalah kesehatan mental yang signifikan di masa depan.
Penting untuk diingat bahwa dampak polusi udara pada kesehatan mental juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya, termasuk kondisi perumahan yang kurang memadai, kepadatan penduduk yang tinggi, kemiskinan, kurangnya akses ke ruang hijau, serta rentannya individu terhadap masalah sosial dan psikologis.
Faktor-faktor tambahan, seperti kurangnya dukungan sosial, pengasuhan yang kurang memadai, atau ketidakamanan lingkungan, semakin memperburuk dampak negatif yang ditimbulkan oleh polusi udara.
Penelitian Lain yang Mendukung
Sebuah penelitian yang melibatkan warga Amerika Serikat dan Denmark dipublikasikan dalam jurnal PLOS Biology, telah mengungkapkan hubungan yang signifikan antara paparan polusi udara dan peningkatan resiko gangguan kejiwaan, seperti depresi, skizofrenia, gangguan bipolar, dan gangguan kepribadian.
Para peneliti dalam penelitian ini berpendapat bahwa paparan polusi udara dapat memicu peradangan pada sistem saraf.
Tidak hanya itu, sebuah studi lain yang dilakukan oleh Harvard University telah memberikan bukti tambahan yang mengaitkan polusi udara dengan masalah kesehatan mental, dimana menurutnya paparan polusi udara, terutama PM 2,5, nitrogen oksida, serta nitrogen dioksida, telah terbukti dapat meningkatkan risiko terkena demensia.
Baca Juga: Demi Menjaga Kesehatan Mental Gunakan 5 Tips Berdamai dengan Diri Sendiri Berikut ini
Lebih dari itu, polusi udara juga terbukti memiliki dampak negatif terhadap kesehatan mental anak-anak.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Environmental Health Perspectives menunjukkan bahwa paparan tingkat tinggi polusi udara dalam jangka pendek berkaitan dengan peningkatan jumlah kunjungan ke unit gawat darurat psikiatri di kalangan anak-anak, yang menderita gangguan penyesuaian, gangguan kecemasan, dan bahkan mencoba bunuh diri.
Salah satu daerah di Indonesia yang sedang disoroti terkait polusi udaranya adalah DKI Jakarta, dimana dinilai bahwa kualitas udara saat ini sudah tidak baik bagi kesehatan.
Disaat yang sama, tingkat depresi di kalangan penduduk DKI Jakarta yang berusia 15 tahun ke atas, mencatat angka yang cukup tinggi, yaitu mencapai 5,9%, atau hampir 500.000 orang.***

Share this article
Polusi udara, hal yang selama ini mungkin kamu anggap sepele, ternyata bisa membawa ancaman yang serius bagi kesehatan mental.