AYOJAKARTA.COM – Pemerintah melalui Menteri Kesehatan RI (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kalau masalah polusi udara menjadi faktor kematian terbanyak dengan urutan kelima di Indonesia.
Hal tersebut dinyatakan dalam data yang dipaparkan Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Rabu, 30 Agustus 2023.
Dikutip ayojakarta.com melalui laman suara.com, disebutkan bahwa faktor kematin di posisi pertama disebabkan oleh tekanan darah tinggi dengan 477.723 kasus.
Selanjutnya di urutan kedua disebabkan karena gula darah tinggi sebanyak 259.251, kemudian karena merokok sebanyak 264.359, dan keempat disebabkan karena obesitas sebanyak 186.657.
Dan kelima disebabkan oleh polusi udara, yang mana terjadi sebanyak 186.267, kemudian disusul diet tinggi natrium sebanyak 91.668, selanjutnya karena paparan asap rokok sebanyak 52.555, dan terakhir karena sumber air yang tidak aman sebanyak 45.774.
Adapun terkait persoalan polusi udara yang kini semakin marak kasusnya di beberapa wilayah, khususnya di Jakarta, Budi mengatakan kalau pihaknya sudah melakukan dua kali rapat terbatas dengan Presiden RI, Joko Widodo.
Baca Juga: Anies Baswedan Beberkan Penyebab Tak Terduga Polusi Udara di Jakarta
Budi menyebutkan kalau pada rapat terbatas pertama, pihaknya menyampaikan bahwa Kementerian kesehatan itu bukan di hulu bukan di sebab, jadi fokusnya pihaknya akan lebih ke menangani akibat nya atau di hulu, tapi dalam diskusi bersama Presiden Jokowi, pihaknya diminta beberapa masukan karena mirip dengan pandemic covid.
Sehingga harus ada Surveillance-nya, harus ada data analisisnya dan bagaimana caranya publik dapat percaya dengan integritas data dari pemerintah.
“Memang di ratas pertama, kami menyampaikan bahwa kementerian kesehatan itu bukan di hulu bukan di sebab. Jadi fokusnya kita akan lebih ke menangani akibatnya atau di hulu, tapi dalam diskusi memang kita diminta beberapa masukan karena mirip dengan pandemi covid. Ini harus ada surveilansnya, harus ada data analisisnya dan bagaimana caranya publik bisa percaya dengan integritas data dari pemerintah,” sebut Budi.
Baca Juga: Anies Baswedan Hadiri Diskusi Buku Marco Kusumawijaya, Sosok yang Punya Andil untuk Jakarta
Budi juga menyebutkan bahwa pengaruh terbesar dari adanya polusi udara adalah terhadap munculnya penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), Pneumonia, Asma, dan Ispa.
“Tapi karena PPOK ini sifatnya kronis dan berkepanjangan, kita cos Pneumonia dan Asma dan juga ISPA. Jadi infeksi atas dan infeksi bawah, infeksi saluran pernapasan dan saluran paru," tutup Budi.

Share this article
Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kalau masalah polusi udara menjadi faktor kematian terbanyak dengan urutan kelima di Indonesia.