Jonatan Christie Akui Belum Move On dari Kegagalan di Olimpiade Tokyo 2020

Jonatan Christie
TEBET, AYOJAKARTA -- Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengungkap dirinya belum sepenuhnya move on dari hasil performanya di Olimpiade Tokyo pada Juli lalu. Jonatan harus terhenti di babak 16 besar setelah mengakui keunggulan wakil China Shi Yu Qi.
Jonatan kalah secara straight game dengan skor 11-21 dan 9-21. Dia mengaku masih mempunyai pemikrian-pemikiran atas kekalahannya itu.
"Saya sudah melupakan hasil di Olimpiade, sudah move on sebenarnya tapi belum 100% karena tetap masih ada pemikiran-pemikiran yang lalu," ujar pria yang akrap dipanggil Jojo itu.
Namun, Jojo mengatakan dia mempunyai caranya sendiri untuk menganggap kekalahan itu sebagai sebuah pengalaman, bukan sebuah tekanan. Saat ini, dia mengaku sudah fokus ke turnamen-turnamen penting lainnya.
"Olimpiade memang salah satu impian terbesar semua atlet, tapi sebenarnya pertandingan penting bukan hanya Olimpiade. Masih banyak lagi yang akan datang seperti Sudirman Cup dan Thomas Cup, juga di akhir tahun masih ada Kejuaraan Dunia," kata Jojo dalam keterangan resmi yang diterima Ayojakarta, Senin 30 Agustus 2021.
"Jadi banyak hal yang harus kita perjuangkan. Yang berlalu biarlah berlalu, tinggal sekarang bagaimana kita untuk menatap ke depan," lanjutnya.
Seperti yang diketahui, tim Indonesia bersiap menghadapi jadwal turnamen yang padat mulai bulan September mendatang. Dimulai dari Piala Sudirman (26 September-3 Oktober), Piala Thomas & Uber (9-17 Oktober), Denmark Terbuka (19-24 Oktober), Perancis Terbuka (26-31 Oktober), dan SaarLorLux Terbuka (2-7 November).
Berlanjut di Bali sebagai tuan rumah. Indonesia menggelar tiga turnamen besar yaitu Indonesia Masters (16-21 November), Indonesia Terbuka (23-28 November), dan BWF World Tour Finals (1-5 Desember). Hingga berakhir di Kejuaraan Dunia pada 12-19 Desember di Kota Huelva, Spanyol.
Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih
cepat
Share this article
Jonatan kalah secara straight game dengan skor 11-21 dan 9-21. Dia mengaku masih mempunyai pemikrian-pemikiran atas kekalahannya itu.