BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Persib mulai mempertimbangkan markas tim apabila kompetisi Liga 1 2020 kembali digelar tanpa penonton. Sebelumnya, pada tiga laga awal Liga 1 2020, skuat Maung Bandung menggunakan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Soreang, Kabupaten Bandung, sebagai markas.
Stadion berkapasitas 27.000 kursi ini sedianya berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Bandung. Alhasil, selama waktu itu Persib harus pintar-pintar mengatur perizinan, jadwal, hingga pengamanan demi menghindari bentrokan jadwal dengan kegiatan lain.
Kini, disinggung pemilihan kandang untuk melanjutkan kompetisi musim 2020, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Teddy Tjahjono mengatakan, pihaknya memiliki dua opsi stadion untuk dijadikan home base.
AYO BACA : PSSI Siapkan Dua Opsi Jika Kompetisi Dilanjutkan
Untuk opsi pertama, Persib ingin memprioritaskan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai markasnya. Sementara untuk opsi kedua, jatuh ke Stadion Si Jalak Harupat (SJH).
Meski begitu, Persib tetap menyiapkan rencana cadangan bila stadion GBLA tak bisa kembali dijadikan kandang skuat Pangeran Biru. Salah satunya dengan mencanangkan kembali Stadion Si Jalak Harupat(SJH) sebagai markas musim ini.
"Kalau stadion prioritas kita sebenarnya selalu di GBLA dari dulu juga. Tapi kalau saat ini ada situasi tertentu yang akhirnya membuat GBLA belum bisa dipakai ya kita akhirnya di SJH," kata Teddy, Kamis (11/6/2020).
AYO BACA : PT LIB Nyatakan Siap Lanjutkan Liga 1 2020 dengan Protokol Kesehatan
Kendati demikian, Teddy menyebut, pihaknya lebih dulu akan mempertimbangkan kelayakan dan kesiapan kedua stadion tersebut. Maklum, selama kompetisi dihentikan sementara, stadion SJH maupun GBLA tak pernah digunakan untuk menggelar berbagai aktivitas, baik agenda sepak bola maupun tempat latihan tim.
"Nanti ke depannya kita lihat kesiapan dari masing-masing gedung, udah pasti. Karena sekian lama gak dipakai, udah pasti supaya bisa layak dipakai dan layak dipakai pertandingan kita harus pikirkan," kata Teddy.
Di sisi lain, terkait wacana untuk mengambil pengelolaan jangka panjang stadion GBLA, Teddy mengakui, Persib masih menunggu sengkarut pengelolaan stadion GBLA yang masih belum juga rampung antara Pemkot Bandung dan pihak ketiga.
"Sampai sekarang masih komunikasi dengan Pemkot, dan bolanya sebenarnya ada di pemkot, kalau kita masih menunggu. Jadi PR-nya ada di pemkot mengenai ini, ada di internalnya mengenai serah terima dari kontraktornya," ujarnya. (Eneng Reni)
AYO BACA : Persib Bandung Tunggu Kejelasan Format Baru Kompetisi

Share this article
Persib mulai mempertimbangkan markas tim apabila kompetisi Liga 1 2020 kembali digelar tanpa penonton.