AYOJAKARTA.COM – Sejumlah persiapan telah dilakukan Indonesia menjelang perhelatan turnamen sepak bola Piala Dunia U-20 2023.
Rencananya, kick off Piala Dunia U-20 2023 akan dilakukan pada 20 Mei 2023 sampai dengan final yang dijadwalkan pada 11 Juni 2023.
Ajang kompetisi berkelas dunia dengan peserta sebanyak 24 tim negara yang telah lolos kualifikasi ini rencananya digelar di sejumlah wilayah di Indonesia.
Selain sumber daya, Indonesia juga menyiapkan sejumlah stadion yang akan dipergunakan dalam turnamen dua tahunan ini.
Selain di kota Palembang, Solo, Jakarta, Bandung, Surabaya perhelatan Piala Dunia U-20 2023 juga akan digelar di Gianyar, Bali.
Tetapi rencana Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 terancam batal.
Pembatalan tersebut karena adanya sejumlah penolakan terhadap keberadaan Timnas Israel yang lolos kualifikasi dari zona Eropa.
Baca Juga: DUH! Arteria Dahlan Sebut Menko Polhukam Mahfud MD Bisa Dipenjara 4 Tahun Gegara Ini, Benarkah?
Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam pernyataan resminya di hadapan media menolak kehadiran Tim Nasional Israel.
Sehubungan dengan adanya pembatalan tersebut, Arya Sinulingga selaku anggota Komite Eksekutif PSSI ikut memberi pernyataan.
“Dalam pemberitahuannya memang sudah jelas, bahwa drawing di Bali telah dibatalkan oleh FIFA,” jelas Arya dalam keterangan resmi, sebagaimana dikutip Ayojakarta pada Senin, 27 Maret 2023 dari kanal Youtube Kompas TV.
Lebih lanjut Komite Eksekutif PSSI tetap bisa memaklumi penolakan yang dilakukan oleh Gubernur Bali tersebut.
“Karena adanya penolakan dari Pemprov Bali yang menolak kedatangan tim Israel,” imbuh Arya kepada media.
Terkait dengan pembatalan yang dilakukan FIFA, dalam kesempatan tersebut Arya juga menjelaskan kepada publik persoalan yang dihadapi PSSI.
Arya menambahkan bahwa saat ini tengah memikirkan cara agar sepak bola Indonesia, tidak dikucilkan dalam ekosistem lebih lua.
Akibat adanya penolakan yang berujung pada pembatalan ajang Piala Dunia U-20 2023, sejumlah konsekuensi diterima Indonesia.
Adanya konsekuensi yang harus diterima Indonesia karena penolakan berujung pembatalan ini, juga ditanggapi Akmal Marhali selaku Koordinator Save Our Soccer.
Menurutnya, dampak adanya pro dan kontra dengan kehadiran timnas Israel bisa membawa sejumlah dampak bagi Indonesia.
Selain dibekukan oleh FIFA, Timnas Indonesia juga tidak bisa mengikuti agenda yang diselenggarakan oleh FIFA.
Lebih jauh lagi, nama Indonesia juga bisa dicoret sebagai kandidat Tuan Rumah Piala Dunia 2023 serta tidak bisa menjadi tuan rumah agenda FIFA.
“Kenapa, karena Indonesia tidak bisa menjalankan komitmen untuk menjadi tuan rumah, karena tidak mampu menjaga dan menjamin keselamatan,” jelas Akmal.
Demikian resiko yang akan diterima Indonesia.***

Share this article
Tetapi rencana Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 terancam batal karena penolakan Timnas Israel.