AYOJAKARTA.COM - Indonesia batal menjadi tuan rumah di Piala Dunia U-20 tahun ini.
Batalnya event berskala internasional itu membuat sejumlah publik dan beberapa pihak merasa kecewa, tak terkecuali dengan Gibran Rakabuming Raka.
Usai FIFA menyatakan membatalkan Indonesia sebagai host untuk Piala Dunia U-20, Gibran pun langsung memberikan respon kecewa.
Dalam unggahan Instagram pribadinya Gibran mengupload tiga foto meme Patrick dalam serial Spongebob sedang bersedih dan menuliskan caption yang sama.
Gibran meminta maaf kepada seluruh teman-teman pecinta sepak bola atas batalnya acara Piala Dunia U-20 pada tahun ini.
"Maaf ya semua teman2 pecinta sepak bola," tulisnya dalam unggahan tersebut.
Tidak hanya Gibran selaku Walikota Surakarta, Jawa Tengah. Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga mengunggah potret hitam tanpa caption apapun.
Unggahan berlatar hitam itu dimaknai sebagai ungkapan kekecewaan dan kesedihan Erick Thohir atas gagalnya Indonesia sebagai tuan rumah untuk Piala Dunia U-20.
Tak hanya dengan kedua tokoh publik tersebut, Anggota DPR RI Fadli Zon juga turut mengungkapkan kekecewaan atas keputusan FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah.
Menurutnya FIFA telah menerapkan standar ganda soal Israel, Politisi Partai Gerindra tidak hanya kecewa dengan keputusan FIFA.
Namun juga membongkar sejumlah kebobrokan Israel atas tindakan kejamnya kepada para atlet Palestina, dimana FIFA sebagai tempat bernaung seluruh atlet sepakbola justru diam.
"FIFA MENERAPKAN STANDAR GANDA SOAL ISRAEL,-Fadli Zon," tulis dalam unggahannya.
"Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) pada hari Rabu kemarin, 29 Maret 2023, secara resmi telah mengumumkan pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 2023. Dalam keterangan tertulisnya, FIFA menyebutkan pembatalan ini dikarenakan “situasi terkini” di dalam negeri Indonesia. “Situasi terkini” yang dimaksud FIFA tak jelas dan terkesan menutupi apa yang dimaksudnya. Namun salah satu situasi terkini bisa saja soal ramainya penolakan berbagai kalangan atas rencana kedatangan Timnas Israel U20 ke Indonesia," Imbuhnya.
Menurut Fadli, seharusnya FIFA sebagai Federasi Sepak Bola Internasional dapat menempatkan diri sebagai penengah yang baik dan tidak memaksakan aturannya pada posisi yang lebih tinggi daripada konstitusi sebuah negara.
FIFA telah menutup mata dan mengabaikan aspirasi negara-negara lain yang punya garis politik tegas terhadap Israel. Hal inilah yang membuat FIFA menurut Fadli Zon punya standar ganda terhadap Israel.
Tak berhenti disitu, Fadli Zon lantas membeberkan kebobrokan FIFA yang menerapkan standar ganda dalam politik sepakbola dunia.
"Pertama, FIFA tak konsisten dengan larangan politisasi sepakbola. Ketika FIFA dan UEFA menjatuhkan sanksi pelarangan terhadap tim nasional serta klub Rusia untuk berpartisipasi dalam semua kompetisi di bawah FIFA dan UEFA, serta melarang klub dan timnas Belarusia untuk melakukan pertandingan di kandang sendiri sebagai sanksi atas dukungan mereka terhadap Rusia dalam perang Ukraina, apakah itu bukan pelarangan yang bersifat politik?," ungkap Fadli Zon.
Untuk diketahui, alasan batalnya Indonesia sebagai tuan rumah untuk Piala Dunia U-20 dikarenakan adanya penolakan terhadap Timnas Israel datang ke Indonesia.
Penolakan Terhadap Israel sendiri menyusul soal penjajahan negara tersebut terhadap Palestina yang hingga saat ini terus berlangsung.
Adapun, terkait misi dan cita-cita perdamaian dunia sendiri telah tertuang dalam konstitusi negara Indonesia yakni Undang -Undang Dasar 1945.
"Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," bunyi UUD 1945 Alenia 1.***

Share this article
Anggota DPR RI Fadli Zon juga turut mengungkapkan kekecewaan atas keputusan FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah.