TANGERANG, AYOJAKARTA.COM -- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Tangerang jilid I diklaim menurunkan tingkat keterisian bed atau tempat tidur pasien Covid-19.
Keterangan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tangerang, dr Liza Puspadewi.
Tercata ada sekitar 1.217 tempat tidur dari 1.444 bed yang digunakan dalam penanganan pasien Covid-19 pada hari terakhir penerapan PPKM jilid I, Senin (25/1/2021).
"Setelah tanggal 25 (Januari 2021), itu di bawah 1.200 (kasur yang digunakan)," ujar Liza saat dihubungi, Rabu (3/2/2021).
Setelah tanggal tersebut, Liza mengungkapkan, angka keterisian bed tergolong fluktuatif.
Tempat tidur yang disediakan untuk pasien Covid-19 sempat 1.174.
Kemudian terus terjadi penurunan hingga akhirnya mencapai kini mencapai 1.160.
"Kasur yang ada dipakai hingga sekarang 1.160. Memang penurunannya enggak signifikan tapi ada penurunan" tuturnya.
Sebelumnnya diberitakan, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menilai angka hunian di beberapa Rumah Sakit dan Rumah Isolasi Terpadu (RIT) yang ada Tangerang terjadi penurunan.
"Kemarin ada indikator (keefektifan PPKM), salah satunya tingkat hunian rumah sakit menurun karena banyak yang sembuh. Tingkat hunian rumah isolasi di Kota Tangerang juga menurun. Jadi saya anggap PPKM di Kota Tangerang lumayan ada hasilnya," kata Arief.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Jawa-Bali yang diterapkan selama dua minggu tak efektif.
![Kadinkes Kota Tangerang dr Liza Puspadewi. [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]](https://cdn.ayojakarta.com/fill/1200:675/medias/2025/08/20/kadinkes-kota-tangerang-dr-liza-puspadewi.jpg)
Share this article
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Tangerang jilid I diklaim menurunkan tingkat keterisian bed atau tempat tidur pasien Covid-19.