KABUPATEN TANGERANG, AYOJAKARTA.COM - Kabupaten Tangerang menyandang status dengan jumlah pengangguran tertinggi di Provinsi Banten. Itu berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Banten. Angka pengangguran di wilayah tersebut mencapai 13,06%.
Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) Disnaker Kabupaten Tangerang, Hendra mengatakan, tingginya angka pengangguran diyakini karena banyak praktik pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran pandemi virus corona. Hingga akhir Oktober 2020, tercatat sudah ada 23 perusahaan besar yang harus gulung tikar lantaran tersumbatnya proses distribusi barang selama pandemi Covid-19.
Hendra menjelaskan, banyak eprusahaan yang kolaps saat wabah, sehingga banyak pekerja yang diputus. Tak hanya mem-PHK, perusahaan tersebut juga ikut gulung tikar.
“Mereka rata-rata tidak bisa bertahan dan harus menutup biaya produksi yang tidak sedikit selama pandemi. Ini rata-rata merupakan pabrik-pabrik besar di Kabupaten Tangerang seperti pabrik sepatu sampai industri penghasil komponen otomotif,” ujar Hendra kepada Bantenhits.com dalam Sauara.com-jaringan Ayojakarta, Senin (9/11/2020).
AYO BACA : PENCAIRAN BLT GELOMBANG 2: Kemnaker Geber Penyaluran, Seminggu Bisa 2 Batch
Selain PHK, ada juga status warga yang masih digantung. Mereka yang dirumahkan hingga kini tidak mendapatkan kepastian apakah akan dipekerjakan lagi di perusahaan, atau akan ikut terkena PHK.
“Total jumlah karyawan PHK dan yang dirumahkan itu yang masuk ke kami saja sudah mencapai sekitar 37 ribu orang. Meskipun ada yang masih berstatus dirumahkan, tapi nanti itu tergantung kebijakan dari perusahannya apakah mereka akan dipanggil kerja lagi atau tidak,” kata dia
Hal yang paling menyedihkan, kata dia, akan ada gelombang baru PHK lantaran kondisi perekonomian yang tak kumjung pulih. Ia menyebut pabrik yang merencanakan PHK karyawan yakni di salah satu pabrik sepatu di wilayah Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Berdasarkan data yang ia terima, pabrik tersebut terpaksa harus merumahkan sekitar 1.800 karyawannya pada akhir November 2020.
Berdasar data BPS Banten, angka pengangguran tertinggi kedua yakni Kota Cilegon 12,6%, Kabupaten Serang 12,22%, dan Kabupaten Lebak dengan angka 9,63%, Kota Serang dengan angka 9,26%, Kabupaten Pandeglang 9,15%, dan paling rendah Kota Tangerang Selatan dengan angka 8,48%.
AYO BACA : Nilai Tukar Rupiah Menguat, Rp14.172 per Dolar AS (9 November 2020)
Share this article
Angka pengangguran di wilayah tersebut mencapai 13,06%.