TANGERANG SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Pandemi COVID-19 menjadi ujian bagi duet kepemimpinan Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie di Tangerang Selatan.
Masyarakat Tangsel menantikan terobosan Wali Kota dan Wakil Wali Kota mereka untuk menyelamatkan roda perekonomian yang ambruk. Sayangnya, gebrakan kebijakan yang ditunggu belum juga muncul. Justru Airin-Ben dinilai larut dalam seremoni pembagian bantuan sosial (bansos).
"Ketidakhadiran kebijakan pemimpin untuk menyelamatkan sektor perekonomian Tangsel yang ditopang perdagangan dan jasa menunjukkan mentoknya kualitas kepemimpinan Airin-Ben," terang Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra-PAN DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Abdul Rahman, dalam pernyataan pers yang diterima redaksi.
Ia katakan, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah berdampak signifikan bagi pelaku usaha dan masyarakat luas. PSBB yang membatasi beberapa sektor kegiatan usaha melemahkan daya beli masyarakat karena ada banyak jenis usaha yang tak diizinkan beroperasi.
"Di sinilah peran penting seorang kepala daerah. Airin-Ben sangat diharapakan membuat suatu kebijakan yang bisa menggerakkan dunia usaha," tambah Abdul Rahman.
Abdul Rahman melanjutkan, dalam 10 tahun duet kepemimpinan Airin-Ben, Tangsel sudah menjadi kota yang berjalan sendiri tanpa pemimpin (auto pilot). Ia memberikan contoh sederhana soal pendataan masyarakat terdampak COVID-19 yang menerima bansos.
"Karut marut dalam distribusi bansos membuktikan bahwa Pemkot Tangsel gagap teknologi dan gagal memahami penderitaan masyarakat. Padahal motto kota begitu mentereng, yakni cerdas, modern dan religius. Kenyataannya sangat terbalik," terang Abdul.
Ia menyebut Airin-Ben hanya larut dalam seremoni pembagian bansos dari pemerintah pusat tanpa bisa membuat kebijakan berarti bagi masyarakat.
"Pemimpin itu dilihat dari kebijakannya yang pro rakyat, bukan pemimpin yang hanya tebar pesona," kata Abdul Rahman.
Ia menilai, kondisi yang dijabarkannya tersebut mengisyaratkan akhir dari karier politik Airin-Ben. Meski Ben kembali mencalonkan diri di Pilkada Tangsel 2020, masyarakat pasti sudah cerdas memberikan penilaian.
"Mungkin inilah senja kala Airin-Ben di Tangsel. 2021 nanti Tangsel perlu pemimpin yang benar-benar mau bekerja untuk masyarakat," pungkas Abdul Rahman.

Share this article
Airin-Ben sangat diharapakan membuat suatu kebijakan yang bisa menggerakkan dunia usaha.