AYOJAKARTA.COM — Telah menjadi bagian dari peradaban dunia dan menopang berbagai rutinitas hidup manusia, keberadaan smartphone kini disebut-sebut berada di ambang kepunahan.
Pernyataan bernada “ancaman” terhadap masa depan smartphone ini, bagi sebagian kalangan, dianggap sebagai gambaran teknologi masa depan yang tak terelakkan.
Terlebih, pernyataan bahwa smartphone akan segera punah datang dari Mark Zuckerberg, CEO sejumlah platform media sosial ternama.
Sebelum masyarakat mengenal Facebook, Instagram, atau yang kini berada di bawah naungan Meta, cara manusia terhubung secara virtual adalah melalui wadah seperti mIRC dan Messenger.
Seiring berkembangnya perangkat dan teknologi komunikasi data, masyarakat dari berbagai penjuru dunia mulai saling terhubung melalui berbagai platform digital.
Baca Juga: Cair Akhir Mei 2025! Begini Cara Mudah Cek Bansos Penerima PKH Tahap 2 Lewat HP
Dianggap sebagai salah satu pelopor perubahan cara manusia berinteraksi secara virtual, Mark menyatakan bahwa era smartphone akan segera berakhir.
Dengan kemajuan sistem informasi dan tingginya ketergantungan manusia terhadap teknologi, Mark optimistis bahwa dalam waktu dekat smartphone akan menjadi usang.
Sebagai pengganti perangkat komunikasi berbasis layar sentuh tersebut, Mark memperkenalkan teknologi kacamata AR (augmented reality).
Teknologi augmented reality ini, menurut Mark, akan menjadi salah satu terobosan digital paling mutakhir di bidang komunikasi masa depan.
Selain menawarkan pengalaman virtual yang terasa semakin nyata, kacamata AR juga dikembangkan untuk memberikan sensasi imersif bagi setiap penggunanya.
Baca Juga: Kenapa HP Muncul Iklan Terus? Begini Cara Menghilangkannya Secara Permanen
Hasil penggabungan teknologi AR dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) ini diyakini Mark akan menggantikan peran smartphone dalam waktu dekat.
Melalui teknologi kacamata AR, pengguna tidak lagi perlu menggunakan jari untuk menyentuh layar smartphone. Semua perintah bisa dilakukan dengan tampilan dan interaksi visual langsung di hadapan mata.
Berbeda dengan Mark Zuckerberg yang mengandalkan kacamata AR, CEO platform media sosial X sekaligus pemilik perusahaan SpaceX, Elon Musk, justru mengusung pendekatan yang lebih radikal.
Menurut Elon, manusia kelak tidak perlu lagi menggunakan perangkat eksternal seperti smartphone atau bahkan kacamata AR untuk terhubung satu sama lain.
Baca Juga: Harga HP realme 14 5G dan Spesifikasi Tinggi yang Ditawarkan
Dengan kemampuan yang menyerupai telepati, Elon meyakini bahwa pikiran manusia dapat menjadi media utama dalam berkomunikasi.
Melalui teknologi Neuralink yang kini masih dalam tahap penyempurnaan, Elon telah membuktikan potensi tersebut lewat seorang pasien lumpuh bernama Nolan Arbaugh.
Hanya dengan mengimplan cip khusus ke bagian otak dan mengintegrasikannya dengan perangkat sekitar, Nolan mampu mengendalikan teknologi melalui pikirannya sendiri.
Menurut Elon, dalam beberapa dekade mendatang, komputer dan smartphone tidak lagi dibutuhkan untuk berkomunikasi—karena semua akan dilakukan melalui Neuralink.***

Share this article
Zuckerberg dan Elon prediksi akhir era smartphone. Masa depan komunikasi digantikan AR dan Neuralink yang dikendalikan lewat pikiran.