AYOJAKARTA.COM – Mengembalikan ke setelan awal pabrik atau reset, merupakan salah satu cara yang terkadang terpaksa dilakukan oleh para pengguna smartphone.
Selain karena performa perangkat yang sudah lambat, alasan pengguna melakukan factory reset pada smartphone juga dapat diakibatkan karena kebutuhan atau perbaikan.
Dengan mengembalikan perangkat ke setelan pabrik atau factory reset, kinerja smartphone umumnya akan kembali seperti saat baru pertama membeli.
Meski terkesan relatif mudah untuk dieksekusi, menggunakan fitur reset smartphone tidak semudah seperti yang tampak di permukaan.
Sebab kesalahan kecil karena langkah atau prosedur yang kurang tepat, justru dapat membuat perangkat menjadi rusak bahkan menjadi cacat.
Factory reset yang gagal bukan hanya bisa menyebabkan history percakapan, kontak atau file penting hilang, tetapi juga bisa menyebabkan mati total.
Untuk menghindari hal tersebut, berikut adalah tujuh langkah penting yang harus dilakukan oleh pengguna smartphone sebelum factory reset benar-benar dilakukan.
Langkah pertama sebelum mulai mereset smartphone adalah dengan menduplikasi atau membackup semua hal penting seperti video, foto, atau file di dalam perangkat.
Selain dipindahkan ke penyimpanan eksternal, back-up juga dapat dilakukan melalui perangkat lain seperti tablet atau laptop.
Langkah selanjutnya setelah menduplikasi file atau data khusus yang bersifat penting, adalah menyalin daftar kontak pada perangkat.
Baca Juga: Smartphone Masih Suka Alami Gangguan Setelah Update Software? Coba Deretan Trik Sederhana Ini
Agar tidak kesulitan selesai reset, langkah ketiga sebelum me-reset adalah pastikan untuk mencatat atau menghafal email serta kata sandi dalam akun yang tertaut di perangkat.
Langkah keempat sebelum me-reset adalah dengan melakukan pencadangan seluruh isi percakapan WhatsApp atau aplikasi paling banyak digunakan.
Sebelum memulai factory reset, pastikan pengguna sudah melog-out atau keluar dari setiap aplikasi maupun akun di peramban.
Adapun langkah keenam yang perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk me-reset smartphone adalah memastikan daya baterai.
Proses factory reset umumnya memerlukan waktu lama sehingga membutuhkan daya baterai yang relatif cukup besar.
Karena itu sebelum mulai melakukan factory reset, pastikan kondisi baterai yang terpantau pada perangkat berada diatas 50 persen.
Baca Juga: Bukan Hanya Prestasi Akademik, Ternyata 4 Hal Penting Ini Bisa Jadi Penentu Kelulusan SNBP
Terakhir namun tidak kalah penting, pastikan reset tidak dilakukan dengan cara memaksa atau Hard Reset.
Mereset secara paksa atau Hard Reset dapat berakibat munculnya Factory Reset Protection atau FRP sehingga tidak dapat diakses melalui akun google yang berbeda.
Langkah paling mudah me-reset smartphone adalah dengan memulainya melalui menu Pengaturan yang tersedia pada perangkat. ***

Share this article
Factory reset yang gagal bukan hanya bisa menyebabkan history percakapan, kontak atau file penting hilang