AYOJAKARTA.COM – Penembakan yang dilakukan Kabag Operasional Solok Selatan, AKP Dadang terhadap Kasat Reskrim AKP Ulil tengah menyita perhatian publik.
Meski belum dapat dipastikan, sempat tersiar kabar peristiwa polisi menembak polisi yang dilakukan AKP Dadang hingga menewaskan AKP Ulil karena kasus tambang ilegal.
Dugaan kasus tambang ilegal yang menjadi dugaan latar belakang peristiwa penembakan AKP Dadang terhadap AKP Ulil disampaikan langsung oleh Kapolda Sumatera Barat.
Saat konferensi pers, Irjen Suharyono selaku Kapolda Sumbar menyebut pihaknya masih akan terus melakukan pengusutan terkait kasus polisi tembak polisi.
Sehubungan dengan adanya kasus yang menggemparkan tersebut, Choirul Anam yang selaku Anggota Kompolnas memberikan tanggapan.
Selain menyampaikan rasa keprihatinan, Choirul juga mengungkapkan rencananya untuk menerjunkan tim ke lokasi kejadian.
Terkait dengan adanya dugaan peristiwa penyebab yang disampaikan Kapolda Sumbar mengenai motif penembakan, Choirul tidak menyangkal.
“Apakah seperti yang diucapkan oleh Pak Kapolda, saya kira anatomi peristiwanya sementara ini memang menjurus kesana,” ungkap Choirul.
Baca Juga: Masyarakat Makin Tercekik! Isu Kenaikan PPN 12 Persen Tahun 2025, Bikin Kemiskinan Bertambah?
Karena itu Kompolnas terus memberikan dukungan kepada Kapolda serta tim Mabes Polri yang saat ini telah berangkat ke lokasi.
Adapun tujuan dari keberangkatan tim dari Mabes Polri dan Kompolnas, menurut Choirul untuk melakukan pendalaman secara lebih komprehensif.
Sehingga bukan hanya peristiwanya yang akan dapat terungkap, tetapi juga alasan serta motif dibalik penembakan AKP Dadang kepada AKP Ulil.
Berdasarkan narasi yang berkembang, AKP Ulil yang merupakan korban penembakan ditembak saat menangani kasus kriminal tertentu.
“Jadi problemnya serius, bukan soal hilangnya nyawa, tetapi juga soal menghalang-halangi kerja yang dilakukan oleh kepolisian dalam konteks penegakan hukum,” imbuhnya.
Guna memperoleh dan memastikan seluruh rangkaian kejadian serta motif yang melatarbelakangi penembakan, Kompolnas masih perlu melakukan pendalaman.
Untuk itu, dalam waktu relatif dekat Kompolnas akan ikut larut melakukan pendalaman bersama tim Mabes Polri serta Polda Sumbar.
Terkait dugaan motif penembakan AKP Dadang yang disebabkan karena terlibat tambang ilegal, mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Arief Sulistyanto ikut menanggapi.
Menurut Arief kasus penembakan AKP Dadang yang merupakan seorang perwira senior dan telah memasuki masa pensiun, merupakan hal ironi.
Disamping tindakan yang dilakukan termasuk brutal dan biadab, perbuatan AKP Dadang juga sangat mengotori citra kepolisian.
“Ini brutal dan biadab, dia menembak koleganya sendiri sesama perwira yang sedang melakukan penegakan hukum, ini betul-betul tidak bisa ditolerir,” pungkasnya. ***

Share this article
Terkait dugaan motif penembakan AKP Dadang yang disebabkan karena terlibat tambang ilegal, ini selengkapnya