AYOJAKARTA.COM - Polemik rumah tangga yang melibatkan Insanul Fahmi, Wardatina Mawa, dan Inara Rusli kembali menyita perhatian publik.
Kali ini, Wardatina Mawa meluapkan perasaannya lewat sebuah unggahan bernada sindiran yang kuat dan menyentuh di media sosial Instagram.
Postingan tersebut diunggah pada Selasa, 27 Januari 2026, dan langsung viral.
Dalam tulisannya, Mawa membandingkan sikap sang suami yang disebutnya memilih menghabiskan waktu bersama perempuan lain, dengan dirinya yang justru memilih mendekatkan diri kepada Tuhan.
Ia menyebut mengisi sepertiga malamnya dengan doa, munajat, dan “deep talk” bersama Allah, alih-alih larut dalam luka pengkhianatan.
"Waktu kamu bahagia karena sering jalan berdua sama perempuan itu, aku juga bahagia jalan kemana-mana sendirian dijagain sama Allahku juga dikirim ribuan malaikat sama Allahku," tulis Wardatina Mawa.
Sindiran tersebut ditutup dengan pengakuan bahwa di saat Insan diduga mengusahakan perempuan lain, dirinya justru sibuk mendoakan kesehatan, rezeki, dan kelancaran hidup sang suami.
Unggahan emosional ini dinilai sebagai penegasan sikap Wardatina Mawa yang masih kukuh dan enggan berdamai.
Di tengah derasnya opini publik, kepolisian memastikan bahwa laporan dugaan perzinaan yang dilayangkan Mawa terhadap Insanul Fahmi dan Inara Rusli tetap berjalan.
Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada permintaan perdamaian dari pihak pelapor.
Upaya Restorative Justice (RJ) yang sempat mengemuka pun dipastikan tidak menemui titik temu. Dengan demikian, proses hukum terus berlanjut sesuai prosedur.
Menariknya, penanganan perkara ini kini berada di bawah Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya.
Direktorat ini merupakan unit baru yang dibentuk untuk memastikan kasus-kasus sensitif, khususnya yang menyangkut perempuan dan anak, ditangani secara lebih fokus, profesional, dan mendalam.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa pemisahan penanganan ini bertujuan agar korban mendapatkan perlindungan maksimal, sekaligus memastikan proses hukum berjalan objektif dan transparan.
Berkas perkara masih terus dilengkapi, sementara penyidik melakukan koordinasi intensif sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
Terkait kemungkinan penetapan tersangka terhadap Insanul Fahmi maupun Inara Rusli, polisi menyebut semua peluang masih terbuka.
Penentuan status hukum akan dilakukan setelah gelar perkara dan evaluasi menyeluruh terhadap alat bukti, termasuk pemenuhan unsur pidana.
Kuasa hukum Wardatina Mawa, Althur Napitupulu, sebelumnya juga menegaskan bahwa kliennya telah menolak jalur RJ setelah melalui komunikasi internal dengan keluarga.
Sikap ini memperkuat sinyal bahwa Mawa ingin memperjuangkan kasus ini hingga ke meja hijau.
Di tengah konflik yang belum mereda, sindiran religius Mawa justru menjadi simbol keteguhan dan perlawanan sunyi, sekaligus menandai bahwa drama hukum dan rumah tangga ini masih jauh dari kata selesai.***

Share this article
Sindiran religius Mawa ke Insan viral dan menegaskan sikapnya yang enggan berdamai. Polisi memastikan laporan dugaan perzinaan tetap berlanjut, ditangani Direktorat PPA.