AYOJAKARTA.COM – Kemunculan sosok Dede Riswanto yang merupakan salah satu saksi kunci kasus kematian Vina dan Eky, membawa angin segar bagi keluarga para terpidana.
Pernyataan Dede Riswanto sebagaimana terungkap dalam kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi, oleh para keluarga terpidana dianggap sebagai momentum perubahan.
Rasa optimisme dari para keluarga terpidana yang semula terkubur, perlahan bangkit dan menggeliat usai Dede Riswanto memberikan pernyataan.
Sebagaimana telah menjadi konsumsi publik, saksi Dede sempat menceritakan proses yang terjadi dibalik pembuatan BAP.
Mengaku hanya sekedar ingin mengantar saksi Aep ke Polres Cirebon, Dede justru diajak untuk terlibat lebih dalam dengan menjadi salah satu saksi.
Akibat keterangan palsu yang tertuang dalam BAP serta dijadikan acuan hakim dalam membuat putusan, sejumlah tersangka mendapat vonis pidana.
Dede yang mengaku terus dihantui rasa bersalah dengan para terpidana, memutuskan untuk menyampaikan kronologi dibalik proses pembuatan BAP.
Pengakuan Dede saat kepada Mantan Bupati Purwakarta melalui kanal Youtube, menjadi awal babak baru kasus tewasnya Vina dan Eky.
Selain mendapat perlindungan dari LPSK, Dede juga memperoleh dukungan dari sejumlah penasehat hukum yang tergabung dalam Peradi.
Meski sempat mendapat ancaman somasi dari tim kuasa hukum Iptu Rudiana selaku oknum petugas polisi yang diduga mengarahkan pembuatan BAP, Dede tidak gentar.
Selain menyatakan kesiapan menggantikan posisi para terpidana, Dede juga siap untuk meminta maaf kepada keluarga para terpidana.
Berbekal niat untuk menata ulang lembaran silaturahmi yang sempat tercoreng, Kang Dedi Mulyadi kembali mengambil tindakan.
Menjadi fasilitator bagi keluarga para terpidana dengan Dedi Riswanto, Dedi Mulyadi berhasil mempertemukan para pihak yang sebelumnya berseteru.
Saat menggelar lesehan silaturahmi bersama para keluarga terpidana, Dedi Mulyadi sempat mempertanyakan sejumlah kejanggalan.
Selain peran dari saksi Aep yang diam-diam menyimpan dendam dengan kawanan para terpidana, Dedi juga menyebut dibalik kasus Vina tersimpan peristiwa paling lucu.
“Ini peristiwa paling lucu, Sudirmannya mengakui tetapi saksinya mengatakan itu bohong,” ungkap Kang Dedi.
Menjadi salah satu teman kecil Pegi Setiawan, terpidana Sudirman dikenal oleh warga di sekitar kampung halaman sebagai sosok dengan berkebutuhan khusus.
Selain memberikan kesempatan bagi saksi Dede Riswanto untuk meminta maaf, Kang Dedi juga mengungkap dugaan motif dibalik penetapan para terpidana.
“Motifnya bukan pembunuhan Eky, tetapi motif dendam Aep yang nge-Prank Polresta Cirebon unit Narkoba,” ungkap Kang Dedi.

Share this article
Sebagaimana telah menjadi konsumsi publik, saksi Dede sempat menceritakan proses yang terjadi dibalik pembuatan BAP.