AYOJAKARTA.COM – Pertemuan antara 5 tokoh Nadhlatul Ulama (NU) dan presiden Israel menimbulkan kegaduhan.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengklaim bahwa kepergian 5 tokoh NU untuk bertemu presiden Israel diluar sepengetahuan organisasi.
Pertemuan kelima tokoh NU dan presiden kini mendapatkan tanggapan dari Ketua Hubungan Luar Negeri PP Muslimat NU yakni Yenny Wahid.
Yenny Wahid menilai bahwa kelima orang NU tersebut merupakan intelektual muda Islam yang terpanggil untuk melakukan dialog antar agama.
Namun, Yenny Wahid mengatakan kelima orang tersebut tidak paham bahwa konflik antara Israel dan Palestina merupakan konflik geopolitik.
“Namun masalahnya adalah mereka tidak paham bahwa yang terjadi di Israel dan Palestina saat ini adalah konflik geopolitik. Jadi bukan mengenai masalah agama saja. Nggak ngerti geopolitik, main berangkat aja, di sana ‘dijebak’ oleh Israel,” kata Yenny dikutip dari kanal YouTube Metro TV pada Jumat (19/7/2024).
Yenny menjelaskan bahwa saat ini Israel sedang membutuhkan kedatangan dan interaksi dari representasi berbagai negara yang menolak kehadiran mereka.
Baca Juga: Tembus Rp96-120 Juta! Segini Rata-Rata Gaji Lulusan UI di 15 Fakultas, Rumpun Saintek Ungguli Soshum
Sehingga, jika ada representasi yang datang dari suatu negara maka Israel akan menyambut baik.
“Israel saat ini sangat memerlukan kedatangan dan interaksi dengan orang-orang yang dianggap representasi dari negara-negara yang menolak keras eksistensi mereka. Jadi kalau ada representasi dari negara seperti Indonesia mereka senang sekali, difasilitasi, diberi karpet merah, dan kemudian bisa bertemu presidennya,” jelasnya.
Yenny mengungkapkan biasanya hanya orang yang levelnya sejajar di pemerintahan saja yang bisa bertemu dengan seorang presiden.
Oleh karena itu, Yenny meyakini bahwa Israel mempunyai kepentingan besar untuk menghadirkan siapa saja yang bisa menjadi representasi dari suatu negara.
“Biasanya pertemuan dengan presiden antara orang yang sejajar levelnya di pemerintahan, tidak terlalu mudah bagi orang sipil biasa. Ini menunjukkan bahwa Israel memang punya kepentingan besar untuk menghadirkan siapa saja, pokoknya yang ada siapa deh nggak apa-apa deh ketemu yang penting bisa jadi simbol bahwa mereka mewakili Indonesia bisa dan mereka mewakili NU. Di situ kuncinya, parahnya di situ jadinya,” ungkapnya.

Share this article
Pertemuan kelima tokoh NU dan presiden kini mendapatkan tanggapan dari Ketua Hubungan Luar Negeri PP Muslimat NU yakni Yenny Wahid.