AYOJAKARTA.COM – Terungkapnya pertemuan 5 orang dari Nahdlatul Ulama (NU) dengan presiden Israel menimbulkan kontroversi.
Pertemuan tersebut terungkap dari unggahan yang dibagikan dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Zainul Maarif di Instagram.
Kelima kader NU yang terlibat dalam pertemuan tersebut diantaranya adalah Zainul Maarif, Sekretaris Umum Persatuan Pencak Silat NU Pagar Nusa Munawir Aziz, Anggota Pimpinan Pusat Fatayat NU Nurul Bahrul Ulum dan Izza Nafisa, serta PWNU Banten Syukron Makmun.
Terungkapnya pertemuan tersebut kini ditanggapi oleh Ketua Hubungan Luar Negeri PP Muslimat NU yakni Yenny Wahid.
Yenny Wahid mengatakan bahwa pertemuan kelima tokoh NU dengan presiden Israel menimbulkan kerugian besar.
Salah satunya adalah kerugian terhadap upaya diplomatik Indonesia sebagai negara yang berjuang untuk kemerdekaan Palestina.
“Kalau saya pribadi melihat ada tiga kerugian besar. Kerugian terhadap upaya diplomasi Indonesia sebagai sebuah negara yang saat ini berjuang untuk negara Palestina merdeka dan sangat keras menolak genosida yang sedang terjadi di Palestina di Gaza khususnya,” kata Yenny dikutip dari kanal YouTube Metro TV pada Jumat (19/7/2024).
Tidak hanya soal upaya diplomatik, Yenny juga menyebut pertemuan tersebut juga mencoreng nama baik NU.
Pasalnya, Yenny berujar NU tidak memberikan mandat kepada kelima orang tersebut untuk bertemu dengan presiden Israel.
“Kerugian terhadap nama baik NU yang seolah-olah diwakili oleh lima anak muda ini yang tidak mendapatkan mandat sama sekali dari NU,” sebutnya.
Selain itu, Yenny juga menyebut terdapat kerugian bagi pihaknya karena antara kepergian kelima orang tersebut dengan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ke Israel memiliki konteks yang berbeda.
“Buat saya pribadi adalah karena dikit-dikit bawa nama Gus Dur jadi ada juga kerugian bagi kami. Karena kepergian mereka dan kepergian Gus Dur itu berbeda jauh konteksnya,” pungkasnya.
Share this article
Yenny Wahid mengatakan bahwa pertemuan kelima tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dengan presiden Israel menimbulkan kerugian besar.