AYOJAKARTA.COM - Seorang pengendara motor di Makassar Sulawesi Selatan nekat memotong iring-iringan kendaraan mobil kepresidenan.
Pengendara motor tersebut bahkan nyaris tertabrak mobil kepresidenan yang tengah konvoi untuk berpindah lokasi.
Setelah sempat membuat gempar warga setempat, aparat kepolisian langsung melakukan pencarian terhadap pengendara motor tersebut.
Sehubungan dengan ulah nekat pengendara motor itu, Kapolrestabes Makassar memberikan keterangan.
Menurut Kombes Budi Haryanto, pengendara motor tersebut nyaris tertabrak mobil Kepresidenan yang tanpa penumpang.
Ketidakberadaan Presiden Joko Widodo di dalam mobil Kepresidenan, menurut keterangan Kombes Budi Haryanto karena baru saja tiba di lokasi kunjungan.
“Bapak Presiden turun dari mobil untuk menyapa warga, ada perintah iring-iringan mobil untuk melakukan pergeseran,” jelas Budi Haryanto.
Dalam perjalanan, iring-iringan mobil kendaraan Kepresidenan tersebut kemudian dipotong oleh pengendara motor.
“Ada seseorang pengendara yang melawan arus lalu lintas dengan tiba-tiba motor tersebut menyilang,” tambah Kombes Budi Haryanto.
Laju iring-iringan mobil dinas Kepresidenan bersama Paspampres yang tengah berpindah tempat tersebut sempat terhambat.
Terkait dengan adanya anggapan minim pengamanan di sepanjang rute mobil Kepresidenan, Kombes Budi Haryanto memberi tanggapan.
”Beliau menginginkan arus lalu lintas berjalan normal, tiba-tiba pengendara ini muncul dari sela-sela trotoar,” terangnya.
Sosok pria muda berusia 18 tahun bernama Darul Azwar kemudian diketahui Unit Jatanras sebagai pengendara motor tersebut.
Meski telah dilakukan pengamanan terhadap pengendara, Kapolrestabes Makkasar tidak melakukan tindakan hukum atau sanksi.
Langkah tidak memberikan sanksi hukum tersebut dilakukan oleh Kapolrestabes Makassar, Kombes Budi Haryanto karena mengikuti arahan dari Presiden Joko Widodo.
“Atas perintah Bapak Presiden melalui Danpaspampres yang disampaikan kepada Kapolda Sulsel, Bapak Presiden menginginkan tidak diperkarakan hukum,” ujar Budi Haryanto.
Darul Azwar yang merupakan pria yatim-piatu namun dikenal berperangai kurang baik dalam berlalu lintas akan mendapatkan pembinaan dari kepolisian.
“Setelah kita lakukan penyelidikan, ternyata yang bersangkutan ini merupakan yatim-piatu,” Kapolrestabes Makassar menambahkan.
Dengan pembinaan yang dilakukan, Presiden Joko Widodo berharap Darul Azwar akan menjadi pribadi lebih baik.
“Bapak Presiden ingin dilakukan pembinaan. Bagaimana seseorang berkendaraan dengan tertib sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lain,” pungkasnya.
Darul Azwar mengaku telah memotong iring-iringan konvoi Paspampres yang melakukan pengawalan pada Presiden Joko Widodo.
Dalam pengakuannya kepada polisi, Darul Azwar yang selesai mengisi bahan bakar minyak mengaku panik dengan iring-iringan kendaraan tersebut.
Demikian informasi terkait pengendara motor yang nekat memotong jalur mobil kepresidenan dikutip Ayojakarta dari YouTube tvOneNews pada Jumat, 31 Maret 2023.***

Share this article
Komandan Paspampres perintahkan hal ini terkait viralnya pengendara motor yang memotong iring-iringan mobil dinas kepresidenan di Makassar.