AYOJAKARTA.COM – Prabowo Subianto selama kampanye untuk pemilu 2024 ini membangun citra gemoy.
Gemoy merupakan kata dalam bahasa gaul dan berasal dari gemas. Karena perkembangan zaman dan teknologi cepat, maka perubahan sebuah kata atau perkembangan suatu bahasa juga jadi cepat.
Banyak berkembang kata di bahasa gaul yang awalnya dari gemas ini. Ada juga kata gumush yang juga bermakna gemas sekali.
Prabowo Subianto yang membangun citra gemoy kemudian mengeluarkan joget andalannya setiap kampanye.
Akan tetapi, akibat emosinya yang ditahan saat debat perdana capres-cawapres dan meledak atau keluar kata kasar “Ndasmu” ketika menghadiri pertemuan dengan kader Gerindra, menjadikan citra gemoy itu luntur, dikutip AyoJakarta.com dari YouTube METRO TV.
Kata kasar dalam bahasa Jawa “Ndasmu Etik” tersebut diucapkan oleh Prabowo dalam rakernas dengan partai Gerindra.
Baca Juga: Prabowo Subianto Ucapkan Kata Kasar 'Ndasmu Etik', Muhaimin Iskandar: Jangan Meremehkan Etika
Prabowo Subianto mengklarifikasi setelah video tersebut viral di media sosial dan mengatakan kalau ia ucapkan kata kasar tersebut karena memang dalam situasi santai serta di kalangan keluarga atau orang terdekat saja.
Hal itu (mengeluarkan kata kasar dalam bahasa Jawa) menurutnya sebuah kebiasaan orang Banyumas saat sedang bercanda atau santai dengan orang terdekat.
Tetapi banyaknya klarifikasi dari pihak Gerindra tersebut malah menunjukkan kalau memang tindakan tersebut adalah hal yang keliru atau salah sehingga perlu melakukan perbuatan meluruskan.
Menurut Pakar Komunikasi Politik, Hendri Satrio, ucapan Prabowo yang mengatakan tak perlu dibesar-besarkan itu menunjukkan dua hal. Pertama adanya kesalahan dan kedua harus ada pembelaan dari pihaknya.
“Pak Prabowo mengatakan tidak perlu dibesar-besarkan, jadi ada dua artinya. Yang pertama memang Gerindra tahu bahwa pernyataan Prabowo itu salah dan tidak seharusnya keluar ke masyarakat. Kemudian yang kedua memang harus ada pembelaan dari Gerindra dan apa yang dilakukan bang Dasco dan bang Dahnil itu kan adalah sebuah pembelaan ya,” ujar Hendri Satrio dikutip AyoJakarta.com dari YouTube METRO TV.
Baca Juga: Video “Ndasmu Etik” Viral, Prabowo Subianto Beri Tanggapan Sambil Tertawa
Keluarnya kata kasar tersebut merupakan cerminan dari emosi yang tidak tertahankan lagi dalam diri Prabowo dan menyebabkan citra gemoy selama ini dibangun jadi luntur.
“Nah pada saat acara internal kemarin sudah tidak bisa ditahan lagi tuh emosinya jadi citra menahan emosi, citra gemoy itu nampaknya dia lepaskan dulu kemarin pada saat rakernas Gerindra dan dia menunjukkan aslinya ya di acara internal dia tunjukkan aslinya, dia begitu itu,” lanjutnya.
Apalagi pada saat debat capres-cawapres perdana berlangsung, terlihat Prabowo mencibir dan menjulurkan lidah saat Anies Baswedan bicara.
“Emosi yang dia (Prabowo) tahan selama debat itu sempat juga tersalurkan atau keluar ya pada saat dia mencibir dan menjulurkan lidah saat Anies Baswedan bicara,” tutupnya.

Share this article
Apalagi pada saat debat capres-cawapres perdana berlangsung, terlihat Prabowo mencibir dan menjulurkan lidah saat Anies Baswedan bicara.