AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini viral video kontroversi unjuk rasa mahasiswa UNY atau Universitas Negeri Yogyakarta.
Pada video tersebut, mahasiswa sedang melakukan unjuk rasa sekalian orasi dalam penyambutan mahasiswa baru di UNY.
Namun, saat unjuk rasa tersebut tiba-tiba ada seorang oknum dosen yang membuat ricuh. Berawal dari toa mahasiswa direbut olehnya.
Tidak hanya perebutan toa saja yang terjadi tetapi ternyata terdapat juga tindakan lainnya yang dilakukan oknum dosen tersebut.
Berikut penjelasan Ketua BEM UNY tentang kejadian tersebut dikutip dari YouTube KOMPASTV pada Senin, 12 Agustus 2024:
Ketua BEM UNY, Farras Raihan, mengatakan pada saat awal bicara atau kegiatan unjuk rasa tersebut berjalan kondusif.
“Ketika jelang beberapa menit, itu kondisinya kondusif,” ujarnya tentang kondisi awal sebelum kejadian.
Namun tiba-tiba ada seorang oknum dosen yang datang merebut toa dan melakukan tindakan kekerasan dari arah belakang seperti mencekik hingga membuat shock.
“Berjalan beberapa menit tiba-tiba ada dari belakang oknum dosen yang meringkus dengan memegang leher atau mencekik. Kejadian itu cukup membuat syok teman-teman dan menimbulkan keributan,” jelasnya.
Sedangkan menurut kesaksian dari pihak dosen UNY, terjadi keributan tersebut karena adanya dorong mendorong antara mahasiswa dengan panitia sehingga dosen pun berusaha membantu mengamankan.
Namun, di dalam video yang terlihat adalah terjadi perebutan toa dilakukan oleh pihak dosen, bukan mahasiswa.
“Terjadi saling dorong mendorong. Antar mahasiswa dengan panitia. Bahkan yang dibanting itu panitia. Kemudian dibantu sekuriti. Akhirnya panitia dari dosen dan panitia membantu. Kesannya terlihat di video itu kita (dosen) yang mengkondisikan, mengintimidasikan mahasiswa itu,” ujar Arwan Nur Ramadhan, seorang dosen UNY.

Share this article
Baru-baru ini viral video kontroversi unjuk rasa mahasiswa UNY atau Universitas Negeri Yogyakarta. Begini situasi sebenarnya.