AYOJAKARTA.COM -– Jagat dunia maya dan dunia massa global dikejutkan oleh seorang anak berusia 14 tahun yang disebutkan akan lulus kuliah pada Juni 2023 ini, Kairan Quazi.
Tak main-main, sosok anak 14 tahun tersebut setelah lulus akan bekerja di SpaceX, perusahaan antariksa yang terkenal dengan Elon Musk.
Hal ini membuat perbincangan di kalangan warganet. Banyak yang merasa bersyukur tidak menjadi tetangganya karena takut akan dibanding-bandingkan dengan prestasi hingga IQ tingginya.
Baca Juga: Viral Siswa Kelas 1 SMP di Lahat Ngaku Diintimidasi Pihak Kejaksaan, Kini Minta Bantuan Presiden
Siapakah Kairan Quazi sebenarnya? Ini Profil singkat tentangnya berikut ini!
Profil Kairan Quazi
Dikutip melalui laman business insider oleh AyoJakarta.com pada 13 Juni 2023, sosok Kairan Quazi, seorang insinyur perangkat lunak berusia 14 tahun, berhasil lolos dari proses wawancara yang "menantang secara teknis" dan "menyenangkan".
Dengan pencapaian ini, Quazi berpotensi menjadi orang termuda yang lulus dari Santa Clara University.
Baca Juga: Resep Mochi Bites Viral di TikTok, Camilan Enak dengan Saus Keju Dijamin Bikin Ketagihan
Pada hari Kamis, Quazi berbagi kegembiraannya melalui posting di LinkedIn. "Saya akan bergabung dengan perusahaan paling keren di planet ini sebagai insinyur perangkat lunak di tim teknik Starlink," tulis Kairan Quazi.
Dia juga mengungkapkan kegembiraannya karena SpaceX adalah salah satu perusahaan yang tidak menggunakan usianya sebagai tolok ukur untuk kedewasaan dan kemampuan.
Quazi, bersama dengan ibunya, berencana untuk pindah dari Pleasanton, California, ke Redmond, Washington, agar dia dapat memulai pekerjaan barunya di SpaceX, yang sangat ia menjadi awal karirnya pasca kelulusannya dari Santa Clara University.
Perjalanan luar biasa Kairan Quazi dimulai sejak usia dini. Pada usia 2 tahun, dia sudah dapat berbicara dalam kalimat lengkap, dan di taman kanak-kanak, dia sering berbagi berita yang dia dengar di radio dengan teman-teman dan guru-gurunya.
Baca Juga: Seblak Coet Rafael Tan Viral di TikTok, Ini Resep dan Cara Membuatnya
Saat memasuki kelas tiga, Quazi menyadari bahwa tugas-tugas di sekolahnya tidak cukup menantang. Dengan dukungan orang tuanya, pada usia 9 tahun, dia mendaftar di sebuah perguruan tinggi komunitas di California.
"Saya merasa seperti sedang belajar pada tingkat yang seharusnya saya pelajari," kata Quazi.
Tidak lama setelah itu, Quazi bahkan mendapatkan kesempatan magang sebagai peneliti kecerdasan buatan di Intel Labs.
Dia bahkan magang sebagai pembelajar mesin di perusahaan intelijen siber Blackbird.AI, di mana dia membantu merancang algoritme deteksi anomali untuk mengidentifikasi konten media sosial yang telah dimanipulasi.
Pada usia 11 tahun, Quazi dipindahkan ke Universitas Santa Clara untuk mempelajari ilmu komputer dan teknik, dan menjadi mahasiswa dan lulusan termuda sejak 172 tahun terakhir universitas tersebut berdiri.
Impian Quazi adalah memiliki karir di mana dia dapat menangani masalah yang menantang dan melakukan inovasi radikal untuk kebaikan bersama.
Bergabung dengan SpaceX dan tim teknik Starlink, sepertinya telah mencapai satu dari impiannya tersebut.
Menjadi sekeren ini, Quazi membuktikan bahwa setiap orang asal mampu maka bisa akan meraih impiannya. Quazi akan resmi lulus pada Juni 2023 ini sebagai wisudawan termuda dengan usia 14 tahun.***(Zharifah Ardiana)

Share this article
Tak main-main, sosok anak 14 tahun tersebut setelah lulus akan bekerja di SpaceX, perusahaan antariksa yang terkenal dengan Elon Musk.