AYOJAKARTA.COM - Cuaca ekstrem kembali melanda DKI Jakarta pada pertengahan Januari 2026.
Hujan deras sejak Minggu malam (18/1/2026) memicu genangan di berbagai titik ibu kota hingga mengganggu sejumlah aktivitas rekreasi dan mobilitas warga.
Salah satu destinasi wisata terbesar Jakarta, Taman Impian Jaya Ancol, mengumumkan kebijakan penjadwalan ulang (reschedule) tiket untuk kunjungan tanggal 18 Januari 2026.
Dalam unggahan Instagram resminya, pengelola menulis:
Halo Ancolovers, ada informasi nih untuk kenyamanan liburan kamu. Karena kondisi cuaca Jakarta khusus untuk tiket rekreasi hari ini 18 Januari 2026 yang kurang mendukung, tiket rekreasi bisa dijadwalkan ulang (reschedule) dan tetap bisa digunakan hingga 1 Februari 2026 yah!
Pihak Ancol menegaskan reschedule berlaku satu kali kunjungan dan cukup ditunjukkan di masing-masing loket unit rekreasi.
Kebijakan ini diambil untuk mengutamakan kenyamanan dan keselamatan pengunjung di tengah kondisi cuaca yang masih berubah cepat.
Di saat yang sama, pengunjung juga diimbau memantau informasi cuaca dan memperhatikan perjalanan menuju maupun dari kawasan wisata.
Dampak Cuaca Ekstrem di Jakarta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan 35 RT dan 23 ruas jalan tergenang hingga pukul 09.00 WIB, Minggu 18 Januari 2026.
Jakarta Barat dan Jakarta Pusat menjadi wilayah paling terdampak, dengan ketinggian air bervariasi antara 10–70 cm.
Personel BPBD dikerahkan bersama Dinas SDA, Bina Marga, dan Gulkarmat untuk penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi optimal.
BPBD menargetkan genangan surut dengan cepat agar aktivitas warga dapat kembali normal.
Respons ini penting mengingat puncak musim hujan pada Januari–Februari meningkatkan risiko banjir dan gangguan transportasi.
Prediksi BMKG dan Imbauan Mitigasi
BMKG mencatat potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Untuk DKI Jakarta, prakiraan cuaca 19 Januari menunjukkan hujan sedang di beberapa wilayah serta hujan petir di Jakarta Selatan dan Timur.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta memantau InfoBMKG untuk pembaruan cuaca.
Situasi ini menunjukkan bagaimana pelaku industri pariwisata harus adaptif terhadap cuaca ekstrem.
Reschedule tiket ala Ancol berfungsi sebagai mitigasi risiko operasional sekaligus perlindungan konsumen.
Selain menjaga pengalaman wisata, kebijakan ini menghindarkan potensi insiden di area rekreasi outdoor.
Kasus ini juga memperkuat pentingnya koordinasi cuaca, kebencanaan, dan pariwisata di perkotaan.
Keterbukaan informasi, kecepatan respons, dan fleksibilitas layanan akan menjadi kunci agar aktivitas publik tetap aman saat cuaca ekstrem semakin sering terjadi.***
Share this article
Wisata tepi pantai makin diminati. Ancol menegaskan komitmen menghadirkan pengalaman liburan aman dan nyaman, dengan sederet atraksi dan event seru yang siap menyambut pengunjung.