BEKASI, AYOJAKARTA.COM – Direncanakan, mulai Januari hingga April 2021 Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan melaksanakan vaksinasi Covid-19 dengan menyasar 11.983 tenaga kesehatan (nakes). Namun, proses vaksinasi secara keseluruhan akan berjalan hingga Maret 2022.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezy Syukrawati, Senin (4/1/2021), menjelaskan tahap pertama yang mendapatkan tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan.
AYO BACA : VAKSINASI COVID-19: Tahap Pertama di Bekasi Menyasar 11.983 Nakes
Selanjutnya, pada tahap kedua vaksin diberikan kepada petugas pelayanan publik seperti TNI, Polri, dan petugas pelayanan umum lainya. Dezy mengatakan, dinas kesehatan bertindak sebagai user, sementara data penerima akan diurus pihak terkait.
“Nanti data TNI dan polri juga dari data terkait, kita user, tinggal pakai,” terang dia.
AYO BACA : Alasan Vaksin Anti-Covid-19 Didistribusikan Meski Izin Penggunaan Darurat Belum Keluar
Selain itu, pada tahap dua, vaksin juga akan disuntikkan kepada petugas pelayanan publik lainnya meliputi petugas di bandara, pelabuhan, stasiun, terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberi pelayanan pada masyarakat.
“Selain itu pada tahap dua juga ada vaksinasi kelompok usia lanjut kurang dari 60 tahun,” ujarnya.
Untuk tahap ketiga, dengan jadwal pelaksanaan April 2021-Maret 2022 baru akan menyasar masyarakat yang rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.
Selanjutnya, pada tahap keempat, vaksinasi akan menyasar masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai ketersediaan vaksin.
AYO BACA : Strain Baru Dikhawatirkan Masuk Ibu Kota, Wagub DKI Sebut Hari-hari Akan Semakin Berat

Share this article
Direncanakan, mulai Januari hingga April 2021 Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan melaksanakan vaksinasi Covid-19 dengan menyasar 11.983 tenaga kesehatan (nakes).