KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Warga RW 02/07 Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi yang terdampak banjir mengeluhkan tak ada bantuan yang datang dari pemerintah setempat. Padahal, wilayah tersebut menjadi lokasi langganan banjir dan titik paling rawan saat musim hujan datang.
Luapan air daru hulu membuat rumah di Kota Bekasi tergenang pada Minggu dini hari kemarin. Kondisi ini perlahan surut saat Minggu malam. Namun, pemerintah tak juga merespon dengan cepat kondisi warga yang rumahnya terendam air dan membutuhkan bantuan obat dan makanan.
Zahid, salah satu warga setempat mengaku masih ada sebagian rumah warga yang disesaki lumpur. Beberapa warga belum membersihkan rumahnya lantaran menduga akan ada banjir lagi yang datang.
AYO BACA : UPDATE KASUS HARIAN COVID-19 NASIONAL: Kembali di Bawah 4 Ribu Kasus (25 Oktober)
"Itu dibawah (bibir Kali Bekasi) masih ada rumah yang banyak lumpur," kata Zahid, Minggu (25/10/2020) malam kepada Suara.com - jaringan Ayojakarta.
Zahid menceritakan, sebelum banjir datang, para warga sudah mengevakuasi perabotan dan peralatan tumah tangga ke dataran yang lebih tinggi.
Warga gotong royong memanggul perabotan berharga seperti kasur, kulkas dan televisi. Sebagian juga ada yang mengunakan gerobak untuk menuju dataran tinggi.
AYO BACA : Duh, Kesadaran Pakai Masker Warga Jakarta Turun 4 Persen
"Kita taruh barang-barang di Masjid tadi, belum dibawa ke rumah, kita bersihin dalam rumah karena masih ada lumpur," ujarnya.
Bantuan Tak Kunjung Datang
"Belum ada bantuan bang, dapur umum juga nggak, jangan kan itu, blambir aja cuma satu tadi yang datang ke sini, biasanya tahun lalu, atau banjir kemarin (awal Januari 2020) blambir sampai empat, ini cuma satu dan tidak ada bantuan makanan," tuturnya.
Zahid berharap, pemerintah dapat segera memberikan bantuan kepada warga di Teluk Pucung. Sejauh ini, harus mencari makan ke luar lantaran rumahnya terendam banjir.
"Dari siang kita cari makanan ke warteg, nggak ada bantuan, mie instan aja tidak ada bantuan sama sekali, kita harus serba apa-apa sendiri, sama evakuasi barang sendiri, dari bawah ke atas, itu kan butuh tenaga," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, wilayah Bekasi Utara, Kampung Lebak RW 02 yang ada di Kelurahan Teluk Pucung direndam air dengan ketinggian 2 meter, jumlah warga yang terdampak mencapai 190 KK dan ada 400 jiwa yang harus diungsikan sebagaimana data dari BPBD Kota Bekasi.
AYO BACA : Banjir Jakarta, Sampah Menggunung di Manggarai hingga 33 Dump Truck Tipper Desar dan 11 Tronton

Share this article
"Dari siang kita cari makanan ke warteg, nggak ada bantuan, mie instan aja tidak ada bantuan sama sekali, kita harus serba apa-apa sendiri, sama evakuasi barang sendiri, dari bawah ke atas, itu kan butuh tenaga," ujarnya.