TEBET, AYOJAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki awal bulan baru ini diperkirakan menguat, Senin 1 November 2021.
Pengamat pasar modal dari Grup MNC Edwin Sebayang menilai penguatan IHSG merujuk pada sejumlah faktor, terutama dari dalam dan luar negeri.
"IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya Senin ini merujuk naiknya indeks DJIA sebesar +0.25%, diikuti EIDO juga menguat sebesar +0.25% serta naiknya harga beberapa komoditas diantaranya oil +0.53%, CPO +2.25%, nikel +0.22%, dan timah +3.30% sambil menunggu release data inflasi Oktober Indonesia diperkirakan sebesar 0.1%," kata Edwin dalam riset hariannya.
Di lain sisi, aksi tekanan jual diperkirakan akan kembali menghantam saham berbasis batubara menyusul kembali terjungkalnya harga batubara di hari Jumat pekan lalu sebesar -10.55% untuk pengiriman bulan Desember 2021 serta proyeksi tekanan jual atas saham berbasis emas setelah turun sebesar -1.02% menjadi faktor negatif bagi perdagangan Senin ini.
Pergerakan IHSG diperkirakan berada di rentang 6.547 - 6.642
Adapun saham-saham yang direkomendasi untuk dibeli, yakni SMGR (PT Semen Indonesia Tbk, EMTK (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk), AALI (PT Astra Agro Lestari Tbk), TBIG (PT Tower Bersama Infrastructure Tbk), BJTM (PT Bank Jatim Tbk), LSIP (PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk), MIKA (PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk), ADHI (PT Adhi Karya Tbk), ERAA (PT Erajaya Swasembada Tbk), PTPP (PT PP Properti Tbk), TINS (PT Timah Tbk).

Share this article
Di lain sisi, aksi tekanan jual diperkirakan akan kembali menghantam saham berbasis batubara menyusul kembali terjungkalnya harga batubara.