AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.
Terlebih ketika kemarau, kondisi debit air sedang rendah dan dianggap akan memudahkan proses pengerjaan konstruksi di lapangan.
Pramono menjelaskan bahwa percepatan pembangunan akan difokuskan pada titik-titik lokasi yang status lahannya sudah berhasil dibebaskan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta bersama Kementerian ATR/BPN.
"Normalisasi sungai akan kami lakukan ketika debit air sedang kecil. Maka untuk itu pembangunan di beberapa titik yang sudah dibebaskan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Kementerian BPN, maka kami akan segera melakukan normalisasi di beberapa tempat," ujar Pramono di Jakarta Selatan, Selasa, 21 Juli 2026.

Selain fokus pada normalisasi, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk menghadapi ancaman kekeringan jika musim kemarau berlangsung dalam jangka waktu panjang.
Meski hingga saat ini Jakarta belum mengalami kekeringan ekstrem, antisipasi tetap dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber daya air bagi warga.
Pramono juga menambahkan bahwa dampak musim kemarau lainnya, seperti potensi peningkatan polusi udara, akan dibahas secara khusus dalam rapat koordinasi pada pekan depan.
"Untuk kekeringan itu di Jakarta sendiri sampai hari ini memang belum mengalami. Tapi tentu kami mengantisipasi untuk itu. Bagaimana kalau itu terjadi, keringnya panjang, sumber daya airnya nggak ada, maka tentunya harus ada langkah-langkah yang dilakukan," jelasnya lebih lanjut.
Di sisi lain, Gubernur juga tak henti-hentinya mengingatkan seluruh warga untuk waspada terhadap potensi kebakaran yang meningkat selama cuaca panas.
Ia meminta setiap wilayah Rukun Warga (RW) memastikan ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan mengimbau warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan.***
Share this article
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.