TEBET, AYOJAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diwarnai dengan sejumlah sentimen negatif luar negeri.
Pengamat pasar modal dari Grup MNC Edwin Sebayang menilai, pelaku pasar modal harus mewaspadai kejatuhan harga batubara yang turun sebanyak -9,93% selama empat hari berturut-turut.
Bukan hanya itu, investor juga perlu mewaspadai dampak kenaikan yield obligasi AS tertinggi sejak Juni 2021. Yield obligasi AS berpotensi terus mengalami kenaikan sebagai antisipasi akan terjadinya tapering off dan kenaikan suku bunga The Fed sebagai antisipasi tingginya tingkat inflasi AS.
"Hal ini akan kembali merontokkan harga emas dan bukan mustahil kejatuhan akan berlanjut ke depannya menjadi alasan tepat investor perlu terus mencermati potensi kejatuhan harga saham berbasis emas," kata Edwin dalam riset hariannya, Selasa 19 Oktober 2021.
"Kombinasi kejatuhan harga batubara, emas, indeks DJIA, dan EIDO menjadi sentimen negatif bagi perdagangan Selasa ini ditengah kondisi IHSG yang mulai overheated," lanjut dia.
Meski demikian, ada sejumlah saham yang layak dilirik dalam perdagangan hari ini, di antaranya : JPFA (PT Japfa Tbk), ERAA (PT Erajaya Swasembada Tbk), MTDL (PT Metrodata Electronics Tbk), ISAT (PT Indosat Tbk), BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk), SGRO (PT Sampoerna Agro Tbk), BBTN (PT Bank Tabungan Negara Tbk), AKRA (PT AKR Corporindo Tbk), PRDA (PT Prodia Widyahusada Tbk), dan ACES (PT Ace Hardware Indonesia Tbk).

Share this article
Pelaku pasar modal harus mewaspadai kejatuhan harga batubara yang turun sebanyak -9,93% selama empat hari berturut-turut.