TEBET, AYOJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren kenaikan pada awal pekan ini.
Pengamat pasar modal dari Grup MNC Edwin Sebayang menilai, salah satu faktor yang membuka peluang kenaikan IHSG adalah penguatan indeks DJIA (Dow Jones AS) sebesar +1.09%, EIDO +0.41% serta terjadinya penguatan harga beberapa komoditas seperti: Oil +1.66%, CPO +2.25%, Nikel +2.81% & Timah +0.63% di tengah penguatan nilai tukar Rupiah atas US Dollar mendekati level 14.000.
"Setelah IHSG menguat selama seminggu lalu sebesar +2.34% disertai Net Buy Asing sebesar Rp 4.77 triliun, di awal minggu ini ada peluang kuat IHSG akan melanjutkan tren kenaikannya di rentang 6.588 - 6.684," kata Edwin dalam riset hariannya, Senin 18 Oktober 2021.
Di lain sisi, investor perlu waspada akan terjadinya aksi ambil untung atau profit taking saham berbasis batubara setelah harganya turun dalam tiga hari berturut-turut sebesar -7,3%. Selain batubara, investor juga perlu mewaspadai saham berbasis emas yang turun cukup tajam pada Jumat pekan lalu sebesar -1,66%.
Dalam risetnya, Edwin merekomendasi beberapa saham yang bisa dijadikan pilihan trading hari ini, yaitu : JSMR (PT Jasa Marga Tbk), SRTG (PT Saratoga Investama Sedaya), PTPP (PT PP Properti Tbk), ISAT (PT Indosat Tbk), BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk), CTRA (PT Ciputra Group Tbk), WIKA (PT Wijaya Karya Tbk), LSIP (PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia), dan BRIS (PT Bank Syariah Indonesia Tbk).

Share this article
Selain batubara, investor juga perlu mewaspadai saham berbasis emas yang turun cukup tajam pada Jumat pekan lalu sebesar -1,66%.