AYOJAKARTA.COM - Memasuki pertengahan Desember 2024, tepatnya per tanggal 11 Desember, penyaluran bantuan sosial PKH dan BPNT untuk periode November-Desember 2024 telah memasuki fase pencairan aktif melalui kartu KKS di berbagai bank penyalur.
Sebagian besar KPM yang menggunakan layanan Bank BRI, BNI, dan BSI telah berhasil mencairkan bantuan mereka.
Meskipun masih ada sebagian yang belum menerima dana karena proses top up dari pihak bank penyalur dilakukan secara bertahap.
Proses pencairan ini telah berlangsung sejak akhir November 2024 dan masih terus berjalan hingga saat ini.
Baca Juga: Bagaimana Nasib KJP Plus yang Dibatalkan karena Skala Prioritas? Ini Solusinya
Hal ini mengingat bahwa kompleksitas sistem distribusi yang melibatkan jutaan penerima bantuan.
Dikutip dari kanal YouTube SJO TV INFORMASI, Selasa (11/12/2024) dalam perkembangan terkini, beberapa KPM telah melaporkan keberhasilan pencairan BPNT sebesar Rp400.000 melalui kartu KKS Bank BNI pada pukul 08.47 WIB.
Pencairan ini berlaku secara merata untuk semua kategori penerima, baik pemegang KKS lama maupun baru, termasuk KPM PKH murni, KPM BPNT murni, maupun KPM yang menerima kedua bantuan tersebut.
Namun, terdapat anomali menarik dimana nasabah Bank Mandiri masih belum dapat mencairkan bantuan BPNT mereka.
Hal ini berbeda dengan bank-bank penyalur lainnya yang telah aktif melakukan pencairan.
Situasi ini membutuhkan perhatian khusus dari pihak terkait untuk memastikan pemerataan distribusi bantuan.
Kabar menggembirakan datang untuk KPM yang mencairkan bantuan melalui PT Pos Indonesia, dimana status pencairan di sistem telah menunjukkan "sudah SPM" untuk bantuan BPNT periode Juli-desember 2024.
Hal ini menjadi indikator positif bahwa proses pencairan bantuan PKH tahap 3 dan 4 serta BPNT untuk alokasi 6 bulan akan segera dilaksnakan.
Pencairan ini dijadwalkan akan dimulai setelah program bantuan pangan beras 10 kg selesai didistribusikan.
Proses ini melibatkan koordinasi yang erat antara PT Pos Indonesia sebagai penyalur dan perangkat desa sebagai fasilitator distribusi undangan pencairan.
Para KPM yang terdaftar untuk mencairkan bantuan melalui PT Pos Indonesia sangat disarankan untuk tidak meninggalkan domisili mereka dalam waktu dekat.
Mengingat undangan pencairan bebarcode akan segera didistribusikan melalui perangkat desa setempat seperti RT, RW, atau kepala dusun.
Ketidakhadiran KPM saat jadwal pencairan tanpa adanya anggota keluarga yang dapat mewakili akan berisiko mengakibatkan pengembalian bantuan ke kas negara.
Proses pencairan ini memerlukan verifikasi kehadiran langsung dan tidak dapat diwakilkan oleh pihak di luar anggota keluarga yang terdaftar.
Batas waktu pencairan juga telah ditetapkan secara ketat untuk memastikan efektivitas distribusi bantuan.***
Share this article
Akhirnya, bank Mandiri segera mulai pencairan bansos BPNT senilai Rp400 ribu ke KPM, cek infonya di sini.