TEBET, AYOJAKARTA.COM –Sebanyak 2,65 juta rekening dari total kuota penyaluran 2,8 juta untuk bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) tahap 4, sudah diproses ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk pencairan. Sisanya, ada 150 ribu nomor rekening dikembalikan ke BP Jamsostek untuk perbaikan data terlebih dahulu.
Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BP Jamsostek, Irvansyah Utoh Banja, mengatakan 150 ribu nomor rekening yang dikembalikan tersebut masih berpeluang mendapatkan BLT Rp 1,2 juta untuk pekerja bergaji di bawah Rp5 juta.
“Jadi, yang data 150 ribu itu kan dikembalikan Kemnaker kepada kami agar diproses validasi dan konfirmasi ulang ke pihak pemberi kerja untuk kebenaran datanya,” kata Utoh ketika dihubungi Ayojakarta, Senin (28/9/2020).
Utoh melanjutkan, proses perbaikan data nomor rekening calon penerima tersebut dilakukan melalui dua cara. Pertama, BP Jamsostek mengonfirmasi sendiri berdasarkan rujukan data yang dimiliki. Kedua, ada juga data yang memang diperlukan untuk konfirmasi langsung ke perusahaan atau pemberi kerja.
“Nanti akan kami konfirmasikan lagi, pasti mereka masih ada probability terima subsidi upah,” ujarnya.
Sebelumnya, Menaker Ida Fauziyah mengatakan 150 ribu rekening calon penerima untuk penyaluran BLT tahap 4 harus dikembalikan ke BP Jamsostek lantaran tidak lolos pemeriksaan atau checklist. Transfer dana BLT atau BSU tak bisa dilakukan jika perbaikan data belum selesai.
Sementara itu, disinggung informasi waktu penyaluran dan kuota BSU atau BLT tahap 5, Utoh menyebut BP Jamsostek masih dalam tahap proses validasi data, sehingga ia belum dapat menyebut jumlah pasti data nomor rekening yang bakal diberikan kepada Kemnaker untuk tahap 5.
“Nanti akan kami Informasikan lagi,” ujarnya.
Hingga 22 September 2020, Kemnaker mencatat realisasi penyaluran BSU atau BLT tahap pertama hingga tahap kedua sudah berhasil dicairkan ke 8,82 juta orang penerima atau sekitar 98,02% dari 9 juta orang. Rinciannya, tahap pertama telah mencapai 2,48 juta orang atau sekitar 99,38% dari total penerima 2,5 juta orang.
“Penyaluran tahap 2 telah mencapai 2,98 juta atau sekitar 99,36% dari total penerima sebanyak 3 juta orang serta penyaluran tahap 3 telah mencapai 3,35 juta atau sekitar 95% dari total 3,5 juta orang,” kata Ida.
AYO BACA : Kapan Pencairan BLT atau BSU Pekerja Tahap 5? Simak Alur Transfer ke Rekening Bank Termasuk BCA
Diketahui, BSU atau BLT ini diberikan Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan sejak akhir Agustus 2020 lalu hingga Desember 2020. Namun, pembayarannya dilakukan setiap dua bulan sehingga masing-masing akan ditransfer Rp1,2 juta kepada target pekerja sebanyak 15,7 juta orang.
Penyaluran subsidi upah yang menghabiskan anggaran Rp37,7 triliun ini pada gelombang pertama ditargetkan rampung pada 30 September 2020, sedangkan pada gelombang kedua rencananya dibayarkan mulai Oktober 2020.
Terkait masih terdapat sejumlah kendala atau masalah dalam proses checklist data sebelum dilakukan penyaluran ke masing-masing rekening pekerja yang membutuhkan, Kemnaker membeberkan 5 persoalan yang sering ditemukan ketika harus kembali melakukan pengecekan data dan nomor rekening.
Berdasarkan unggahan akun Instagram @kemnaker, 5 kendala ini yang sebabkan BSU atau BLT Rp1,2 juta tak bisa segera dicairkan :
“Cek Rekeningmu Yuk Rekanaker! Karena masih ditemukan berbagai kendala dalam penyaluran Bantuan Subsidi Gaji/Upah”
1. Rekening tidak sesuai nomor induk kependudukan (NIK)
2. Rekening yang sudah tidak aktif
3. Rekening Pasif
4. Rekening yang tidak terdaftar
5. Rekening telah dibekukan oleh bank

Share this article
Utoh melanjutkan, proses perbaikan data nomor rekening calon penerima tersebut dilakukan melalui dua cara. Pertama, BP Jamsostek mengonfirmasi sendiri berdasarkan rujukan data yang dimiliki. Kedua, ada juga data yang memang diperlukan untuk konfirmasi langsung ke perusahaan atau pemberi kerja.