BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang sudah memasuki Indonesia Maret 2020, memberi dampak siginfikan pada setiap lini sektoral masyarakat. Tak luput dari hantaman badai, sektor ekonomi kreatif yang berjalan berdampingan dengan sektor pariwisata juga turut mati suri.
Berdasar data yang dihimpun Forum Ekonomi Kreatif Bandung Barat (FEKRAF KBB), 96,90 % Sektor Ekonomi Kreatif (ekraf) terdampak oleh Covid-19.
“Pelaku ekonomi kreatif yang tidak merasa terdampak pendemi ini adalah mereka yang berada di sektor fesyen, yang akhirnya mengalihkan produksinya pada masker dan APD serta mereka yang berjualan produk kuliner secara online," ujar Ketua Harian FEKRAF KBB, Teja Sukmana, Kamis (30/4/2020).
AYO BACA : MRT Jakarta Gratiskan Sewa Gerai UMKM Selama 3 Bulan
Di sisi lain, terdampaknya sektor ekonomi kreatif ini menyebabkan hampir 49,25% pekerja terpaksa harus dirumahkan.
Mengantisipasi situasi ini, FEKRAF KBB yang merupakan forum legal-formal ekonomi kreatif di Bandung Barat melakukan kegiatan penggalangan dana serta donasi untuk membantu meringankan kondisi pekerja ekraf yang terdampak oleh pandemi COVID-19.
Pembagian sembako ke beberapa titik tempat wisata yang dikelola oleh masyarakat serta kepada pekerja ekraf yang dirumahkan pun dilakukan secara 'door to door', pada hari Selasa, 28 April 2020.
AYO BACA : Kemenkop UMKM Harus Berpihak Rakyat Kecil Saat Pandemi Corona
Adapun para penerima donasi pada tahap pertama ini adalah para pelaku di sektor pariwisata dan juga pelaku ekonomi kreatif yang diwakili oleh sektor fotografi, seni pertunjukkan, kriya, dan kuliner.
Ketua Umum FEKRAF KBB, Agung Suryana menambahkan, kegiatan penyaluran donasi kepada pekerja ekraf yang dirumahkan dan pekerja di sektor pariwisata ini akan dilakukan tidak hanya sekali saja.
"kita akan terus bergerak, penggalangan dana akan terus dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan melakukan lelang produk ekonomi kreatif melalui official instagram @fekrafkbb.
Barang yang dilelangkan merupakan produk ekraf yang berasal dari seniman KBB, dari mulai sendal ukir, produk bambu hingga beberapa lukisan yang berasal dari Bale Seni Barli, yang nantinya hasil lelang serta donasi akan kami salurkan kepada pelaku ekraf terdampak yang membutuhkan", tuturnya.
Pengelola LMDH Qurota'Ayun Wisata Alam Sanghyang Heuleut dan Cikahuripan, Jejen mengaku sangat terbantu dengan bantuan sembako tersebut karena banyak pelaku ekraf yang akhirnya tidak bisa bekerja karena destinasi pariwisata tutup. (Tri Junari)
AYO BACA : Pelaku Industri Kreatif Lahirkan Gerakan Masker untuk Indonesia: Pesan 1 Berbagi 3

Share this article
Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang sudah memasuki Indonesia Maret 2020, memberi dampak siginfikan pada setiap lini sektoral masyarakat.