AYOJAKARTA.COM - Kementerian Sosial terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam menyelesaikan permasalahan bantuan sosial yang sempat gagal disalurkan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengumumkan bahwa dari 1,3 juta bantuan sosial yang sempat gagal cair karena kendala rekening, sebanyak 580.798 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kini sudah berhasil menerima bantuan mereka.
Sisanya sebanyak 768.381 KPM masih dalam proses perbaikan dengan rincian 751.067 KPM melalui Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dan 17.314 KPM melalui PTP.
Baca Juga: itel City 100 Indonesia: HP Rp1,3 Juta dengan RAM 8GB dan Baterai 5.200 mAh
Pencapaian penyaluran bantuan sosial saat ini sudah mendekati 100%, dengan PKH mencapai 8.288.881 KPM atau 80,3% dan BPNT mencapai 14.810.907 KPM atau 81%.
Sementara itu, masih ada 1.945.399 KPM PKH (19,4%) dan 2.723.515 KPM BPNT (14,9%) yang sedang dalam proses pembuatan rekening, serta sebagian kecil lainnya dalam tahap perbaikan data.
Untuk mengatasi kendala gagal salur, Kementerian Sosial telah berkoordinasi intensif dengan Bank Himbara melalui beberapa langkah strategis.
Langkah-langkah tersebut meliputi konfirmasi nomor kartu yang aktif oleh bank, penjelasan alasan rekening tidak ditemukan, penyesuaian nama yang berbeda sesuai petunjuk teknis bansos.
Selain itu, pemrosesan rekening baru untuk KPM yang memenuhi syarat, dan melengkapi data alamat lengkap termasuk Dusun, RT, dan RW untuk distribusi kartu.
Baca Juga: KPM yang Belum Dapat Pencairan Bantuan PKH BPNT Tahap 2 Diwajibkan Cek Ini!
Penyebab utama kegagalan penyaluran antara lain rekening pasif, rekening tidak ditemukan, nama rekening tidak sesuai, kartu belum terbit atau tidak aktif, dan nomor kartu yang salah.
Meskipun pencetakan kartu memerlukan waktu yang cukup lama, Kemensos terus berkoordinasi dengan pihak bank untuk mempercepat proses penyelesaian masalah ini agar seluruh KPM dapat menerima hak mereka.
Kabar menggembirakan datang dari program penebalan bansos sebesar Rp400.000 yang telah mencapai progress 95,5% dan diperkirakan akan selesai pada akhir Juni 2025.
Program ini menyasar 18,3 juta KPM yang merupakan penerima BPNT murni dan BPNT plus PKH, dengan nilai bantuan Rp200.000 per bulan selama dua bulan (Juni-Juli).
Gus Ipul menegaskan bahwa penebalan bansos diproses bersamaan dengan bansos BPNT reguler sehingga jumlah penerimanya sama.
Bagi KPM yang terlambat menerima BPNT reguler, mereka dapat menarik bantuan secara bersamaan yaitu BPNT reguler Rp600.000 untuk periode April-Juni ditambah penebalan bansos Rp400.000, sehingga total mencapai Rp1 juta per KPM.
Sementara untuk penyaluran melalui PT Pos Indonesia, prosesnya masih berlangsung bertahap hingga akhir Juni 2025 dengan progress sekitar 80% karena memerlukan koordinasi teknis dengan aparat desa dan pendamping sosial.
Status di sistem SIKS-NG menunjukkan bahwa bantuan PKH dan BPNT tahap 2 telah memasuki tahap proses SPM (Surat Perintah Membayar) di beberapa wilayah, dengan harapan status standing instruction untuk penyaluran pos akan segera muncul merata di semua daerah.***

Share this article
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengumumkan bahwa dari 1,3 juta bantuan sosial yang sempat gagal cair karena kendala rekening