AYOJAKARTA.COM -- Mengembangkan usaha beternak burung perkutut sedang ramai diminati oleh kalangan pecinta burung berkicau.
Mengingat perkutut terutama jenis lokal masih menjadi primadona bagi para pecinta burung.
Bagi pemula, beternak burung perkutut bisa dijadikan ide usaha yang menghasilkan untung berlipat.
Burung perkutut merupakan salah satu burung dengan keistimewaan tersendiri baik dari keragaman corak dan warna bulu.
Suara manggung yang khas dan merdu menjadi daya tarik bagi pecinta burung berkicau atau kicau mania.
Sekarang, permintaan pembeli akan perkutut lokal makin lama semakin meningkat.
Melihat dari respons pasar yang sangat tinggi, ide usaha beternak burung perkutut merupakan peluang yang menjanjikan dan bisa meraup untung besar.
Bagi pemula, beternak burung perkutut lokal harus benar cara budidaya atau pemeliharaan sehingga menghasilkan kualitas anakan yang unggul.
Lalu bagaimana cara beternak burung perkutut lokal yang baik dan benar?
Dikutip AyoJakarta.com dari unggahan video di kanal YouTube Perkutut Mania Onclang21 pada Selasa 13 Agustus 2024, berikut tips cermat beternak burung perkutut sehingga hasil anakan kualitas unggul.
1. Pilih bibit indukan burung perkutut lokal beserta jantannya dengan kualitas yang baik
Baca Juga: 5 Ide Usaha Online Modal Kecil Tidak sampai 1 Juta Rupiah!
Memilih bibit indukan dengan kualitas baik adalah kunci kesuksesan dalam beternak burung perkutut lokal.
Berikut kriteria bibit burung perkutut lokal yang dapat diternakkan dengan baik.
– Memilih perkutut lokal mulai umur empat bulan atau trotolan umur 6-7 bulan karena usia ini burung sedang berada di usia siap kawin dan birahinya lebih tinggi sehingga mudan untuk dijodohkan.
- Memilih bibit perkutut lokal dengan suara manggung yang bagus dan nyaring. Hal ini dapat dinilai dari suara bagian depan, tengah serta di bagian ujung memiliki irama atau ketukan.
Baca Juga: Modal Cuma Rp500 Ribu, Ini 6 Ide Usaha yang Paling Cocok untuk Ibu Rumah Tangga
– Memperhatikan silsilah atau hasil keturunan dari indukan perkutut lokal, baik yang jantan juga betina.
- Hindari memilih indukan burung perkutut lokal hasil tangkapan dari alam liar. Sebaiknya membeli indukan dari peternak yang sudah berpengalaman.
2. Persiapkan kandang ternak terbaik
Tips memilih kandang indukan burung perkutut lokal yang akan diternakkan adalah pilih dengan ukuran besar dan diletakkan di luar rumah sehingga indukan dapat bergerak leluasa.
Ukuran kandang untuk budidaya burung perkutut lokal minimal berukuran 60 x 60 x 60cm, atau 120 x 180 x 270cm tergantung jumlah burung perkutut lokal yang akan Anda ternak.
Bahan untuk membuat kandang indukan burung perkutut lokal, antara lain kayu atau besi, bisa juga aluminium, serta kawat untuk jeruji kandang yang memiliki banyak lubang terawang berukuran sekitar 0,5 x 0,5cm.
Dalam membuat kandang burung perkutut, jangan lupa untuk memberikan pijakan kaki menggunakan besi maupun kayu agar indukan burung dapat melakukan perjodohan dengan baik.
3. Berikan pakan terbaik
Indukan burung perkutut lokal kualitas unggulan harus diberikan asupan pakan yang bergizi.
Pakan indukan yang diternakkan, antara lain seperti millet, gabah, ketan hitam, jewawut, godem, beras merah, dan berbagai jenis biji-bijian lainnya.
4. Pertimbangkan anggaran dana secara tepat
Modal awal bagi pemula yang ingin memulai usaha beternak burung perkutut lokal tidak terlalu besar.
Harga satu ekor perkutut lokal ang siap kawin sekitar Rp100 ribu sampai Rp300 ribu, sementara biaya peralatan dan perlengkapan kandang, beserta pakan dan obat kurang bisa didapatkan dengan harga kurang lebih Rp600 ribu.
Baca Juga: 7 Ide Usaha Jualan Keripik Singkong Terlaris, Omzet Menjanjikan dengan Berjualan Online!
Jika kamu membeli dua pasang indukan perkutut lokal yakni 300 ribu, sekaligus biaya kandang, pakan, dan perawatannya, Anda cukup mengeluarkan biaya sekitar kurang dari Rp1 juta.***

Share this article
Mengembangkan usaha beternak burung perkutut sedang ramai diminati oleh kalangan pecinta burung berkicau.