AYOJAKARTA.COM – Sempat menjadi ganjalan di benak para keluarga penerima manfaat, sejumlah bantuan sosial menemui kepastian.
Sebagaimana diketahui oleh para keluarga penerima manfaat bansos BPNT, tanggal 24 lalu penyaluran bantuan dikabarkan akan mengalami penundaan.
Sementara tanggal 26 Februari 2024 merupakan batas akhir pemberlakuan penundaan penyaluran bantuan sosial tersebut.
Namun demikian perlu dipahami bahwa penundaan penyaluran tersebut terjadi pada KPM BPNT untuk alokasi penyaluran Tahap I melalui PT Pos.
Terkait dengan adanya penundaan penyaluran sejumlah bansos tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan penjelasan.
Hal tersebut disampaikan Menkeu dalam pertemuan dengan Kepala BKKBN melalui rapat terbuka via zoom.
Menurut Sri, program bansos merupakan upaya dan bentuk dukungan pemerintah dalam mengantisipasi kerawanan sosial di masyarakat.
Baca Juga: Bukan Hanya Ilmu Poltik, Ini Dia 6 Rekomendasi Jurusan Kuliah untukmu yang Suka Politik
Adapun bentuk-bentuk dukungan tersebut bisa diberikan secara berkala dalam bentuk bantuan tunai serta bantuan pangan.
Perhitungan dan jumlah dari setiap jenis dari program bantuan sosial tersebut sudah merupakan bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
“Bantuan El Nino, subsidi listrik, KUR, bantuan pangan itu semuanya sudah ada di dalam APBN yang nilainya mencapai 476 triliun,” jelas Sri saat menggelar zoom meeting.
Sehubungan dengan peralihan tahun, Sri menjelaskan bahwa untuk tahun 2024 nilai bansos mengalami kenaikan menjadi 496 triliun.
Sehubungan dengan adanya peningkatan jumlah nilai bansos yang mencapai 20 triliun dari tahun sebelumnya, akan dibarengi dengan proses monitoring.
Dalam keterangannya Menteri Keuangan juga menjelaskan sejumlah program yang merupakan inisiasi Kemensos.
Adapun penetapan daftar nama penerima bantuan sosial yang diprakarsai Kemensos, ditetapkan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.
Namun demikian, sejumlah lembaga pemerintah juga memiliki program menyangkut kesejahteraan sosial bagi masyarakat.
Program untuk mengantisipasi gizi buruk dengan menyalurkan bansos pangan berupa beras, telur dan daging merupakan salah satu inisiasi dari BKKBN.
Sehingga bantuan sosial yang saat ini bisa dirasakan manfaatnya oleh penerima, merupakan hasil kesepakatan antara Kementerian Keuangan dengan instansi pemerintah.
Sehubungan dengan adanya penundaan penyaluran sejumlah bantuan sosial, dalam rapat terbuka melalui zoom diketahui perkiraan waktu pencairan bantuan.
Baca Juga: Pilpres Sudah Selesai, Pilgub Jakarta Kapan Digelar? Dua Kandidat Ini Sudah Siap Maju
Dirangkum Ayojakarta, Senin 26 Februari 2024 dari kanal Youtube Naura Vlog diketahui bansos akan kembali disalurkan pada Ramadhan 1445 H mendatang.
Adapun jenis bantuan yang akan diterima oleh para KPM antara lain BLT MRP, BPNT Tahap II, Beras 10 Kilogram serta Daging Ayam dan Telur untuk antisipasi stunting.

Share this article
Terkait dengan adanya penundaan penyaluran sejumlah bansos tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan penjelasan.