AYOJAKARTA.COM – Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masih menanti pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Juli-September 2024, serta September-Oktober 2024 peralihan Pos Indonesia ke kartu KKS.
Sebab, hingga menjelang akhir September 2024, bansos PKH dan BPNT peralihan Pos Indonesia belum juga dicairkan.
Tentu hal ini membuat sejumlah KPM penasaran sampai kapan mereka harus menunggu pencairan kedua bantuan tersebut.
Sebab, banyak KPM yang sudah menantikan pencairan PKH dan BPNT sejak bulan Juli lalu.
Sayangnya, pencairan harus tertunda lantaran adanya peralihan pihak penyalur yang semula Pos Indonesia menjadi kartu KKS.
Belum lagi, September 2024 merupakan periode terakhir untuk kedua bantuan tersebut dicairkan.
Lantas bagaimana perkembangan terkini proses pencairan PKH dan BPNT peralihan Pos Indonesia?
Dikutip dari kanal YouTube DIARY BANSOS, Minggu, 29 September 2024, saat ini bansos PKH dan BPNT peralihan Pos Indonesia masih berproses beralih ke kartu KKS.
Para KPM akan dibuatkan kartu KKS baru dan saat ini bank penyalur tengah melakukan pembukaan rekening kolektif atau burekol.
Saat ini, status PKH dan BPNT di SIKS-NG melalui menu View DTKS keterangannya masih burekol.
Pihak bank penyalur membutuhkan ketelitian dalam melakukan burekol, sehingga memerlukan waktu yang tidak sebentar.
Seperti salah satunya di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk buku tabungan dan kartu KKS masih belum didistribusikan.
Oleh karena itu, para KPM PKH dan BPNT peralihan Pos Indonesia ke kartu KKS diharapkan tetap bersabar menunggu karena prosesnya masih berlanjut.
Ketika proses burekol telah selesai, bank penyalur akan membagikan buku tabungan dan juga kartu KKS.
Setelah buku rekening dan kartu KKS diterima oleh para KPM, maka hanya tinggal menunggu pencairan masuk.
Sehingga, perlu dipahami bahwa ketika kartu KKS diberikan maka bantuannya tidak langsung masuk di rekening.***

Share this article
Hingga menjelang akhir September 2024, bansos PKH dan BPNT peralihan Pos Indonesia belum juga dicairkan.