AYOJAKARTA.COM - Pada tanggal 6 Desember 2024, pemerintah telah secara resmi memulai pencairan bantuan BPNT dengan nilai Rp400.000 untuk periode November-Desember 2024.
Pencairan dilakukan melalui sistem bertahap menggunakan kartu KKS di empat bank penyalur utama, BNI, BRI, Mandiri, dan BSI.
Berdasarkan pantauan terkini, Bank BRI dan BSI telah aktif melakukan pencairan sejak pagi hari, dengan Bank BSI yang sudah memulai proses di awal bulan Desember.
Sementara itu, Bank BNI dan Mandiri masih dalam tahap proses pencairan dengan fokus utama pada saldo bantuan PKH senilai Rp400.000.
Proses pencairan beratahap ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi dan menghindari kendala teknis dalam sistem perbankan.
Terkait bantuan PKH, proses pencairan telah berjalan dalam beberapa waktu terakhir dengan sistem bertahap yang dimulai dari Bank BSI.
Dilanjutkan Bank Mandiri, kemudian BRI, dan terakhir Bank BNI.
Nominal bantuan PKH bervariasi sesuai dengan jumlah dan jenis komponen penerima dalam keluarga.
Variasi nominal bantuan dimulai dari Rp150.000, Rp250.000, hingga Rp400.000, tergantung pada komponen yang dimiliki seperti anak sekolah SD hingga SMA, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan balita.
Pencairan dilakukan untuk KPM PKH baik yang murni maupun yang plus BPNT, mencakup pemegang kartu KKS yang diterbitkan dari tahun 2017 hingga 2021.
Termasuk juga pada kartu-kartu terbitan terbaru setelah periode tersebut.
Perhatian khusus diberikan kepada penerima bantuan yang sebelumnya terdaftar melalui PT Pos Indonesia dan belum mendapatkan kartu KKS baru.
Untuk kelompok ini pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia telah memutuskan untuk melanjutkan penyaluran bantuan melalui PT Pos Indonesia.
Keputusan ini diambil mengingat keterbatasan waktu dalam proses distribusi kartu KKS baru.
Rencana peralihan ke sistem kartu KKS akan dilanjutkan pada tahun 2025.
Para penerima melalui PT Pos Indonesia akan menerima bantuan BPNT untuk periode 6 bulan sekaligus.
Terhitung dari Juli hingga Desember 2024, serta bantuan PKH untuk tahap 3 dan tahap 4.
Surat undangan berbarcode dari PT Pos Indonesia direncanakan akan mulai didistribusikan mulai minggu depan.
Dengan nominal bantuan yang akan diterima lebih besar dari pencairan-pencairan sebelumnya karena mencakup beberapa periode sekaligus.
Untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan dalam pengecekan saldo bantuan, para penerima bantuan sangat disarankan untuk memanfaatkan layanan mobile banking.
Seperti BRImo, dan aplikasi mobile banking lainnya sesuai bank penyalur masing-masing.
Penggunaan mobile banking ini akan sangat membantu para penerima bantuan untuk memantau status pencairan tanpa harus mengunjungi ATM atau agen bank secara berulang.
Bagi penerima yang bantuannya belum tercairkan pada tahap awal, diharapkan untuk tetap bersabar dan secara rutin memantau informasi melalui pendamping sosial, grup-grup media sosial, atau channel informasi resmi lainnya.
Proses pencairan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan dengan nominal bantuan yang bervariasi sesuai dengan data SP2D yang telah ditetapkan.

Share this article
Proses pencairan beratahap ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi dan menghindari kendala teknis dalam sistem perbankan.