AYOJAKARTA.COM -- Laptop terbaru produsen Indonesia, Axioo Pongo 735 memiliki beberapa kekurangan yang cukup mendasar pada bagian layarnya.
Meskipun menggunakan panel IPS 15,6 inci dengan resolusi Full HD (1920x1080) dan refresh rate 144Hz yang menjanjikan
Kualitas warnanya belum mencapai standar profesional dengan color gamut yang jauh di bawah 100% sRGB.
Keterbatasan ini menjadi masalah serius bagi content creator yang membutuhkan akurasi warna tinggi dalam pekerjaan editing foto dan video profesional.
Bezel bawah yang masih terlihat tebal mengurangi nilai estetika modern, meskipun laptop ini sudah menggunakan panel anti-glare yang mencegah pantulan cahaya.
Panel IPS memang memberikan sudut pandang yang stabil dan konsisten, namun keterbatasan color gamut mengharuskan pengguna profesional untuk menginvestasikan dana tambahan.
Hal ini guna untuk monitor eksternal dengan akurasi warna yang lebih baik, yang berarti biaya tambahan di luar harga laptop.
Baca Juga: Kekuatan Intel Core Ultra 9 285H pada Asus Zenbook 14 OLED yang Membuat Laptop Lain Tertinggal Jauh
Sistem audio dan memori menjadi titik lemah berikutnya dari Axioo Pongo 735.
Konfigurasi dual speaker yang menghadap ke bawah menghasilkan kualitas suara yang kurang memuaskan untuk kategori laptop gaming.
Meskipun dilengkapi software Creative App untuk kustomisasi equalizer dan profil suara, output audio tetap terasa kurang berkarakter dan kurang powerful.
Sehingga penggunaan headset menjadi keharusan untuk mendapatkan pengalaman gaming yang optimal.
Baca Juga: Axioo Pongo 735: Laptop Gaming i7-12700H dengan RTX 3050, Layar 144Hz, dan Harga Kompetitif
Dari sisi memori, penggunaan RAM DDR4 3200MHz, meski dapat di-upgrade hingga 64GB dan menawarkan harga upgrade yang lebih terjangkau.
Tetap menjadi batasan performa mengingat banyak kompetitor sudah mengadopsi teknologi DDR5 yang menawarkan bandwidth dan kecepatan lebih tinggi.
Slot M.2 kedua yang hanya mendukung PCIe Gen 3x4 juga membatasi opsi upgrade storage berkecepatan tinggi, meskipun slot utama sudah mendukung PCIe Gen 4x4.
Baca Juga: Axioo Hype R3 OLED x JKT48 Hadirkan Laptop Premium dengan Bonus Koleksi Merchandise Eksklusif Member
Kekurangan paling signifikan terletak pada kapasitas baterai yang hanya 54Wh dengan performa yang kurang impresif.
Dalam pengujian video playback 1080p dengan brightness 100%, volume 50%, dan Wi-Fi dinonaktifkan.
Laptop ini hanya mampu bertahan selama 3 jam 42 menit - durasi yang sangat terbatas untuk standar laptop modern.
Waktu pengisian yang membutuhkan lebih dari 2 jam untuk mencapai kapasitas penuh juga menjadi kendala, mengingat banyak laptop kompetitor sudah menawarkan teknologi fast charging.
Baca Juga: Mewahnya Axioo Hype R3 OLED, Laptop dengan Material Premium dan RAM 24GB di Harga 7 Jutaan Rupiah
Penggunaan material polikarbonat untuk konstruksi bodi, meskipun menghasilkan bobot yang ringan 2,09 kg dan ketebalan 2,27 cm.
Tetap memberikan kesan kurang premium dibandingkan laptop gaming dengan chassis berbahan metal.
Webcam 720p/30fps tanpa fitur noise canceling pada mikrofonnya juga menjadi batasan untuk pengguna yang sering melakukan video conference atau streaming, terutama dalam kondisi pencahayaan yang kurang ideal.***

Share this article
Laptop terbaru produsen Indonesia, Axioo Pongo 735 memiliki beberapa kekurangan yang cukup mendasar pada bagian layarnya.