AYOJAKARTA.COM -- Menjadi ibu muda dengan 2 anak bukanlah hal mudah, termasuk bagi Rika Muflihah. Apalagi bila harus mengurus keluarga sembari menjalankan usaha, repotnya bukan main.
Rika yang kini telah menemukan jalannya sebagai pelaku UMKM di bidang kuliner sebetulnya bukan profesi yang ia rencanakan sebelumnya.
Di sela-sela kesibukannya sebagai ibu muda, bisnis kuenya sekarang sudah memiliki cukup banyak pelanggan tetap. Dari Tasikmalaya sampai dipesan oleh mereka yang akan pergi ke Bandung, Karawang, dan Bekasi.
Awal Mencoba Usaha Kuliner
Selepas menyelesaikan pendidikan dan menikah pada 2015, Rika sempat mencoba berbagai pekerjaan di dunia pendidikan, namun penghasilan yang didapat belum bisa mencukupi kebutuhan keluarga.
Dari Karawang hingga Tasikmalaya, ia berpindah-pindah mencari pekerjaan tetap. Namun kenyataan membuatnya harus memutar haluan.
Saat menghadapi kesulitan mencari penghasilan yang layak, ia mulai menekuni kemampuannya dalam mengolah kue.
Berawal dari membuat cheesecake dan menjualnya kepada kerabat dekat pada 2018, usaha kecilnya mulai menunjukkan tanda-tanda keberhasilan.
"Cari pekerjaan yang layak karena sudah beres kuliah. Sayang ijazah kalau tidak dipakai kerja. Tapi ternyata sulit cari kerja yang sesuai jurusan kuliah. Jadi sambil terus mencoba-coba pekerjaan itu diasah juga keterampilan mengolah kue. Harapannya, mimpinya, siapa tau bisa jadi penghasilan," tuturnya kepada ayojakarta.com.
Sayangnya, kelahiran anak kedua membuat Rika harus berhenti sejenak dari aktivitas berjualan. Keinginan untuk kembali berwirausaha sempat pudar, terlebih saat pandemi melanda awal 2020.
Baca Juga: Kemudahan Transaksi dengan QRIS di BRImo Bikin Ibu Muda Leluasa Bisnis Kuliner walau Jauh dari ATM
Ia sempat berpikir bahwa kondisi ekonomi yang menurun akan membuat masyarakat enggan membeli kudapan.
Namun, tak disangka, masa pandemi justru membuka peluang baru. Dengan keterbatasan aktivitas luar rumah, permintaan terhadap produk kuenya justru meningkat.
Lewat grup chat di lingkungan tempat tinggalnya, pemesanan berdatangan, dan usahanya pun kembali hidup.
Naik Level berkat KUR BRI
Tantangan baru muncul. Permintaan meningkat, tapi modal terbatas.
Di sinilah KUR BRI menjadi titik balik bagi usaha Rika. Ia memberanikan diri mengajukan pinjaman untuk mengembangkan usaha rumahan yang diberi nama Athiya Cake.
Dana sebesar Rp 10 juta dari KUR BRI menjadi tambahan modal yang sangat membantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan bahan baku dan peralatan.
Dengan modal itu, Rika mulai meningkatkan kapasitas produksinya, meski tetap menjaga kualitas dan keterbatasan waktu sebagai ibu rumah tangga.
"Bersyukur sekali karena waktu itu dapat untuk menambah modal usaha Rp 10 juta. Pas dapat KUR BRI itu di waktu yang tepat. Sekarang mulai terasa hasilnya, banyak manfaatnya," lanjutnya.
Setiap hari ia bangun dini hari, membagi waktunya antara keluarga dan usaha. Kue-kue buatannya, mulai dari bolu sederhana hingga fudgy brownies, mendapat sambutan hangat dari pelanggan.
Dalam sebulan, ia bisa meraup omzet hingga Rp 10 juta, cukup untuk membantu menopang ekonomi keluarga.
Berharap Banyak Ibu Muda yang Terinspirasi
Delapan tahun berlalu sejak usaha ini dirintis, kini Athiya Cake telah memiliki Nomor Induk Berusaha dan sertifikasi halal.
Rika merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari pelaku UMKM yang mendapat dukungan nyata lewat program KUR BRI. Bagi keluarganya, usaha ini bukan sekadar ladang penghasilan, tapi juga simbol perjuangan dan semangat pantang menyerah.
Program KUR BRI bukan hanya soal pembiayaan, tetapi juga edukasi dan pendampingan agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.
Lewat program ini, Rika menjadi bukti nyata bagaimana akses modal yang tepat bisa mengubah mimpi menjadi kenyataan.
"Harapannya, semoga semakin banyak ibu-ibu pelaku UMKM yang punya tabungan di BRI mendapatkan undangan dan akses awal untuk mendapat bantuan permodalan," ucap wanita kelahiran 1990 ini.
Kini, Rika berharap semakin banyak pelaku UMKM, terutama ibu rumah tangga, yang bisa merasakan manfaat serupa. Dukungan dari program seperti KUR BRI terbukti membuat peluang usaha lebih bisa terbuka lebar untuk dimaksimalkan di tengah keterbatasan.
Dalam keterangan resmi yang diterima ayojakarta.com, 9 Maret 2025, Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menjelaskan strategi penyaluran KUR BRI 2025 tidak hanya mengejar angka. Lebih penting bagi pihaknya menjaga kualitas dan keberlanjutan.
“Kami percaya, semakin luas akses pembiayaan KUR, semakin besar peluang UMKM untuk tumbuh, berkembang, dan berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional,” tutup Supari.
Share this article
Rika yang kini telah menemukan jalannya sebagai pelaku UMKM di bidang kuliner sebetulnya bukan profesi yang ia rencanakan sebelumnya.