AYOJAKARTA.COM — Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Selain program bantuan tunai reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), pemerintah juga meresmikan sejumlah program baru yang siap diluncurkan di tahun 2025.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Sosial (Kemensos), salah satu fokus utama tahun ini adalah peluncuran program Sekolah Rakyat Gratis.
Baca Juga: Kapan PKH dan BPNT Tahap 2 2025 Cair? Ini Update Terbaru Aplikasi SIKS-NG per 30 April
Bansos tersebut ditujukan khusus bagi keluarga dari golongan ekonomi terendah atau yang masuk kategori Desil 1 dalam Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
PKH dan BPNT Tahap Kedua Siap Disalurkan
Verifikasi dan validasi data penerima bansos utama seperti PKH dan BPNT telah rampung, menyusul proses ground checking yang selesai pada 20 April lalu.
Data yang telah dikumpulkan kini sedang diproses oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk ditetapkan dalam basis data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN).
Penyaluran bansos tahap kedua untuk periode April hingga Juni 2025 direncanakan berlangsung dalam waktu dekat.
Pemerintah juga terus memperluas jangkauan bantuan kepada anak-anak usia sekolah melalui program Indonesia Pintar (PIP) yang disalurkan dalam tiga termin: Mei, dan Oktober untuk termin berikutnya.
Baca Juga: Kenapa YouTube Tidak Bisa Memutar Video Padahal Sinyal Bagus? Ini Penjelasannya
Sekolah Rakyat Gratis Mulai Dibuka, Sumatera Barat Jadi Provinsi Pertama
Salah satu inisiatif baru yang diluncurkan tahun ini adalah pendirian Sekolah Rakyat Gratis.
Dua sekolah pertama akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026 di Provinsi Sumatera Barat, tepatnya di Kota Padang dan Kabupaten Solok.
Sekolah di Padang akan memanfaatkan fasilitas milik Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS).
Rencana ekspansi juga tengah dikaji di wilayah Universitas Negeri Padang (UNP). Program ini merupakan bagian dari upaya Kemensos dalam memberikan akses pendidikan gratis bagi keluarga miskin secara menyeluruh.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Fasko Rusaini, menyampaikan rasa syukur karena provinsinya menjadi salah satu dari sedikit wilayah yang menjadi lokasi perdana program nasional ini.
Dari total 53 Sekolah Rakyat yang akan didirikan secara nasional, Sumatera Barat menjadi pionir implementasi.
Baca Juga: Realme 14 5G Rilis 6 Mei! Ini Uji Performanya hingga Dilabeli Smartphone Standar Turnamen Esports
Evaluasi Bansos Jangka Panjang dan Fokus Pemberdayaan
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan pentingnya evaluasi terhadap program bansos.
Ia menyoroti masih adanya keluarga penerima PKH yang belum mengalami peningkatan kondisi ekonomi meskipun telah menerima bantuan selama bertahun-tahun.
Oleh karena itu, mulai tahun ini, akan dilakukan evaluasi menyeluruh setiap lima tahun sekali. Namun, ketentuan ini tidak berlaku bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Sekolah Rakyat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas dan tanpa biaya.
Pemerintah menjamin seluruh biaya pendidikan bagi peserta dari keluarga Desil 1 hingga mereka menyelesaikan jenjang sekolahnya.***

Share this article
Berdasarkan informasi dari Kementerian Sosial (Kemensos), salah satu fokus utama tahun ini adalah peluncuran program Sekolah Rakyat Gratis .