AYOJAKARTA.COM - Pada hari Selasa, 3 Juni 2025, dilakukan pemantauan komprehensif terhadap status pencairan bantuan sosial melalui aplikasi SIKS-NG menggunakan akun pendamping resmi.
Pemantauan ini dilakukan setelah pengumuman resmi dari pemerintah melalui Presiden Prabowo, yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Sosial Gus Ipul mengenai paket stimulus ekonomi.
Stimulus tersebut mencakup penebalan bantuan sosial untuk 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako.
Baca Juga: Step by step, Begini Panduan Cara Aktivasi Akun SPMB Jateng 2025, Pastikan Siswa Sudah Lakukan Hal Ini
Dengan tambahan dana sebesar Rp200.000 per bulan selama dua bulan (Juni dan Juli 2025), sehingga total tambahan yang diterima adalah Rp400.000.
Selain bantuan tunai, KPM juga akan mendapatkan tambahan bantuan pangan berupa beras sebanyak 20 kg untuk periode yang sama, dengan rencana penyaluran dimulai pada bulan Juni 2025 ini.
Hasil pemeriksaan detail melalui aplikasi SIKS-NG pada pukul 08.53 WIB menunjukkan bahwa status penyaluran bantuan sosial tahap kedua masih belum mengalami pembaruan.
Untuk program BPNT atau sembako, baik yang pencairannya melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BRI maupun melalui PT Pos Indonesia, masih menampilkan periode lama yaitu Januari-Maret 2025, belum terupdate ke periode April-Juni 2025.
Status SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) untuk kedua mekanisme penyaluran tersebut juga belum menunjukkan perubahan atau pembaruan.
Baca Juga: Update 3 Juni 2025! Bantuan PKH BPNT Tahap 2 Mulai Tersalurkan Secara Merata di Wilayah Ini
Sementara itu, untuk program PKH (Program Keluarga Harapan) tahap kedua periode April-Juni 2025, sistem masih berada dalam tahap "penentuan KPM" dan belum memasuki fase evaluasi komponen atau final closing.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa proses administratif untuk pencairan bantuan PKH masih dalam tahap awal dan belum mencapai tahap SP2D yang menuju status "SI" (Sudah Cair).
Temuan dari pantauan aplikasi SIKS-NG ini menunjukkan bahwa baik KPM BPNT maupun PKH masih perlu bersabar menunggu finalisasi proses administratif sebelum bantuan dapat dicairkan.
Meskipun sudah memasuki bulan Juni yang secara teoritis merupakan jadwal pencairan rutin, sistem belum menunjukkan progress yang signifikan untuk tahap kedua ini.
Baca Juga: Wajib Tahu! 15 SMA Negeri Terfavorit di Jakarta untuk PPDB 2025: SMAN 8 Jakarta Juara, Nilai UTBK Tertinggi 635!
Para pendamping sosial dan KPM dihimbau untuk tetap sabar menunggu proses yang sedang berlangsung, mulai dari penentuan KPM, evaluasi komponen, hingga proses SP2D untuk BPNT.
Harapannya, ketika bantuan regular tahap kedua dan bantuan tambahan (penebalan bansos) sudah dicairkan nanti, para KPM dapat menggunakan bantuan tersebut dengan bijak sesuai dengan tujuan program bantuan sosial pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi.***
Share this article
Pada hari Selasa, 3 Juni 2025, dilakukan pemantauan komprehensif terhadap status pencairan bantuan sosial melalui aplikasi SIKS-NG