AYOJAKARTA.COM – Di era digital saat ini, WhatsApp bukan hanya menjadi alat komunikasi utama, tetapi juga menjadi sasaran empuk bagi para penipu yang mengincar data pribadi dan rekening korbannya.
Modus penipuan melalui WhatsApp semkin canggih dan marak terjadi, membuat banyak pengguna tanpa s,adar menjadi korban pembobolan rekening.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengenali berbagai trik dan ciri-ciri jika akun WhatsApp sedang disadap, agar dapat melindungi diri dari kerugian yang tidak diinginkan.
Modus Penipuan dan Cara Kerja Penyadapan
- Pishing, mengirim file APK
Penipu mengirim file APK berbahaya yang menyamar sebagai undangan pernikahan, surat tilang, foto paket, atau aplikasi MyTelkomsel palsu. Setelah diinstal, malware dapat mengakses data pribadi dan akun perbankan korban.
- Iming-iming loker dengan mengatasnamakan dari Aplikasi Pekerjaan
Modus penipuan lowongan kerja (loker) yang mengatasnamakan aplikasi pekerjaan seperti Jobstreet, LinkedIn, dan sejenisnya semakin marak di WhatsApp.
Penipu mengaku mendapatkan data pelamar dari aplikasi pekerjaan populer seperti Jobstreet atau LinkedIn, lalu menghubungi korban melalui WhatsApp secara acak tanpa ada lamaran resmi dari korban.
Penipu mengiming-iming tawaran kerja yang terdengar sangat menarik, dengan gaji tinggi dan pekerjaan yang mudah, bahkan hanya tugas ringan di internet. Lalu, dari situ, pelaku meminta sejumlah data yang tidak relevan seperti foto KTP, nomor rekening bank, atau bahkan meminta transfer sejumlah uang.
Baca Juga: Ibadah Sunnah Muakad yang Dicintai Rasulullah SAW, 5 Keutamaan dari Berkurban di Idul Adha
- Rekayasa mengirim voice chat di WA
Ada juga pesan berantai yang mengklaim fitur voice chat grup WA bisa membobol rekening, tapi ini hoaks. Fitur voice chat resmi WhatsApp dan tidak bisa digunakan hacker untuk mencuri data rekening.
- Modus malware
Penipuan juga bisa berupa pesan berisi tautan phishing atau malware yang disisipkan dalam gambar atau audio yang diunduh lewat WhatsApp. Sekali klik, perangkat bisa terinfeksi dan data rekening bisa dicuri.
- Penipuan hadiah lotre yang mengatasnamakan bank resmi
Penipu mengirim pesan atau notifikasi yang mengklaim Anda memenangkan hadiah besar dari undian atau lotre yang diklaim berasal dari bank resmi, seperti BRI atau Bank Indonesia, padahal sebenarnya palsu
Baca Juga: Waspada! 72 Pasien di Indonesia Terpapar Positif Covid-19, Begini Kata Menteri Kesehatan
Ciri-ciri WhatsApp Disadap atau Diretas
- Akun WhatsApp tiba-tiba terblokir atau diminta verifikasi ulang secara mendadak, dan Anda diminta memasukkan kode OTP yang dikirimkan ke nomor Anda. Ini modus untuk mencuri data akun WA.
- Pesan mencurigakan dari kontak Anda sendiri yang tiba-tiba meminta pinjaman uang atau informasi pribadi. Ini tanda akun Anda sudah diambil alih pelaku.
- Muncul aktivitas tidak biasa di WhatsApp, seperti pesan terkirim tanpa Anda kirim atau grup yang Anda tidak kenal tiba-tiba muncul.
Dengan mengenali ciri-ciri ini dan berhati-hati terhadap modus penipuan terbaru, Anda dapat menghindari risiko rekening dibobol melalui WhatsApp. ***

Share this article
ciri-ciri jika akun WhatsApp sedang disadap, agar dapat melindungi diri dari kerugian yang tidak diinginkan.