AYOJAKARTA.COM - Kabar menggembirakan datang dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang mengumumkan bahwa progres penyaluran bantuan sosial triwulan kedua tahun 2025 telah mencapai 95,5% pada hari Kamis, 12 Juni 2025, kemarin.
Berdasarkan informasi resmi dari laman kementeriansosial.go.id, proses penyaluran bantuan sosial sembako terus berjalan dan telah mencapai target 95,5% dari total 18,1 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) sembako dan 10 juta KPM Program Keluarga Harapan (PKH).
Angka ini menunjukkan bahwa tahapan administratif untuk penyaluran bantuan PKH dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) periode April-Juni 2025 sudah hampir selesai sepenuhnya.
Pencapaian progres hingga 95,5% ini menjadi indikator kuat bahwa pencairan bantuan sosial sudah sangat dekat, tinggal menunggu penyelesaian tahapan akhir dari proses penyaluran yang sedang berlangsung.
Dari total KPM yang belum masuk dalam progres 95,5% tersebut, sebanyak 4,5% atau sekitar 805.000 KPM penerima bantuan sembako masih dalam proses pembukaan rekening kolektif (Burekol).
Yang menarik, dari 805.000 KPM tersebut, sebanyak 654.000 di antaranya merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Proses Burekol ini dilakukan untuk memastikan semua KPM memiliki akses rekening yang valid untuk menerima bantuan sosial.
Kondisi ini menjelaskan mengapa masih ada sebagian KPM yang statusnya belum berubah menjadi SPM (Surat Perintah Membayar) dalam aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial).
Baca Juga: Akhirnya Pecah Telur! PKH-BPNT Tahap 2 Resmi Cair di Aceh via BSI
Para KPM yang masih dalam proses Burekol, khususnya yang terdaftar di PT Pos, akan mendapatkan rekening baru atau menggunakan rekening giro pos yang telah disiapkan khusus untuk penyaluran bantuan sosial.
Pemantauan terkini pada aplikasi SIKS-NG menunjukkan perubahan status yang signifikan, dimana mayoritas KPM BPNT sudah menunjukkan status SPM, sementara KPM PKH masih dalam tahap "proses SPM".
Berdasarkan pengalaman pencairan sebelumnya, jarak waktu antara status SPM hingga berubah menjadi SI (Surat Instruksi) biasanya memakan waktu 2-3 hari kerja.
Baca Juga: Banjir Pencairan! Penyaluran Dana PKH-BPNT Membludak di Aceh dari Rp600 Ribu hingga Rp2 Juta
Prediksi pencairan menunjukkan bahwa pada akhir minggu ini progres penyaluran akan mencapai 100% dengan status SPM, dan minggu depan status akan berubah menjadi SI yang menandakan KPM sudah dapat melakukan pengecekan saldo melalui kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) di agen bank atau mesin ATM terdekat.
Proses yang lebih lama pada tahap kedua ini disebabkan oleh peralihan data dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) menuju DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional).
Dimana pemerintah menggunakan data terbaru yang telah dimutakhirkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.***
Share this article
penyaluran bantuan sosial triwulan kedua tahun 2025 telah mencapai 95,5 persen pada hari Kamis, 12 Juni 2025