AYOJAKARTA.COM - Pemerintah melalui kerja sama Kementerian Perekonomian dan Kementerian Sosial telah mengeluarkan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) untuk program bantuan sosial tambahan yang akan mulai disalurkan kepada keluarga penerima manfaat.
Program utama yang diluncurkan adalah bantuan beras sebanyak 10 kilogram per keluarga penerima manfaat (KPM) yang ditujukan untuk meringankan beban masyarakat akibat kenaikan harga komoditas beras yang mencapai Rp 15.000 per kilogram.
Total penerima bantuan beras ini mencapai 1.380.380 keluarga yang mayoritas merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta sebagian masyarakat umum yang ditunjuk oleh pemerintah daerah.
Baca Juga: Punya Julukan Spesifikasi Dewa dan Fitur Canggih di Kelasnya, Ini Daftar Smartphone Keluaran Xiaomi yang Turun Harga!
Distribusi bantuan beras ini telah dimulai dengan alokasi khusus untuk beberapa daerah, antara lain DKI Jakarta dengan 304.044 KPM mendapat alokasi 3.040 ton beras, Jawa Barat sebanyak 44.270 ton, dan Banten dengan 699 ton beras.
Sistem distribusi bantuan beras 10 kg ini dibagi menjadi dua mekanisme yang berbeda berdasarkan wilayah penerima.
Sebanyak 12 wilayah prioritas akan menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia, meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Maluku, Maluku Utara, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.
Sementara untuk wilayah lainnya di luar 12 daerah tersebut, bantuan akan disalurkan melalui pemerintah desa atau kelurahan di kantor desa/lurah setempat.
Baca Juga: Bantuan Bagi KPM Susulan Masih Dalam Proses Pencairan, Ini Prediksi Jadwal Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Tahap Ketiga
Perbedaan mekanisme distribusi ini dimaksudkan untuk memastikan penyaluran bantuan dapat berjalan efektif dan merata ke seluruh penerima manfaat.
Dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan infrastruktur logistik di masing-masing daerah.
Proses pencairan dan distribusi bantuan ini direncanakan berlangsung hingga akhir bulan untuk memastikan semua keluarga penerima manfaat dapat mengakses bantuan tersebut.
Selain bantuan beras, pemerintah juga melanjutkan program bantuan sosial tahap kedua berupa paket protein yang terdiri dari daging ayam dan telur.
Program ini khusus ditujukan untuk anak balita yang terindikasi stunting berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Baca Juga: Setelah Dasawisma, Sekarang Giliran Biaya Operasional untuk Ribuan RT dan RW di Jakarta yang akan Mengalami Kenaikan!
Setiap penerima akan mendapatkan 3 ekor ayam karkas yang sudah bersih dan siap masak, serta 33 butir telur untuk tiga tahap sekaligus (11 butir per periode).
Program ini disalurkan melalui platform ID Food dan dapat diakses oleh KPM PKH maupun BPNT yang masuk dalam data BKKBN sebagai keluarga dengan balita berisiko stunting.
Kedua program bantuan tambahan ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan dukungan ekstra di luar program reguler PKH dan BPNT.
Dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan mendukung upaya pencegahan stunting pada anak-anak Indonesia.
SP2D untuk kedua program bantuan ini telah resmi turun dan siap untuk disalurkan kepada seluruh penerima manfaat yang berhak.***

Share this article
Pemerintah melalui kerja sama Kementerian Perekonomian dan Kementerian Sosial telah mengeluarkan SP2D