AYOJAKARTA.COM – Salah satu janji yang sempat disampaikan oleh pasangan Pramono-Rano saat Pilgub Jakarta adalah menambah biaya operasional bagi RT serta RW.
Disampaikan saat bertemu Fauzi Bowo atau Foke di Museum MH Thamrin pada 3 September 2024, Pramono-Rano menilai biaya operasional RT serta RW terbilang kecil.
Sebagai ujung tombak di tengah-tengah masyarakat, Pramono saat itu menyebut dana operasional RT serta RW perlu lebih ditingkatkan agar lebih optimal.
Baca Juga: Calo Tiket Tur G-Dragon Diciduk di Taiwan, Raup Penjualan Ilegal di Atas Rp11 Miliar
Selain menyasar kepada RT dan RW, kelompok masyarakat yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah Dasa Wisma serta Jumantik.
Dengan anggaran yang ada, Pramono optimis kenaikan dana operasional dapat dirasakan oleh sekitar 30,900 RT dan 2,700 RW di Jakarta.
“Mudah-mudahan di era kepemimpinan kami kalau diberikan kesempatan, biaya operasional RT bisa didobelkan,” ujar Pram dikutip Ayojakarta dari Metro TV.
Lebih lanjut, Cagub Pramono saat itu menambahkan, besaran biaya operasional RT dan RW di masa mendatang akan bertambah menjadi sekitar dua kali lipat.
Baca Juga: Motorola Edge 60 Pro Resmi Rilis di Indonesia: Punya Performa Gaming dan Multitasking Terbaik
Usai resmi menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur, Uwais El Qarani yang berasal dari Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta mengingatkan pentingnya menepati janji.
Kenaikan dana operasional bagi RT serta RW yang sempat disampaikan oleh pasangan Gubernur-Wakil Gubernur sebelum menjabat, menurut Uwais harus segera ditepati.
Menurut Uwais, ajaran Nabi yang menyebut bahwa al wa’du dain atau janji adalah hutang perlu segera direalisasikan.
Menanggapi pandangan yang disampaikan oleh Anggota DPRD, Wakil Gubernur berkomitmen akan melunasi janji tersebut.
Baca Juga: Oppo K13 Turbo Pro Rilis: HP Gaming Gahar Snapdragon 8s Gen 4 dan Supercooling Kit untuk Gamer
Pernyataan tersebut disampaikan Wagub Rano Karno saat menghadiri Raperda Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Dalam kesempatan tersebut Rano menyebut, Gubernur dan Wakil Gubernur selaku Eksekutif telah menyiapkan kenaikan anggaran operasional bagi RT serta RW.
Adapun besaran kenaikan anggaran operasional bagi RT maupun RW yang telah disiapkan Gubernur adalah sebesar 25 persen.
Jumlah tersebut, menurut Rano merupakan hasil perhitungan dan pertimbangan yang sudah dilakukan secara menyeluruh.
“Terkait dana operasional RT, RT dan Dasawisma, Eksekutif telah menindaklanjuti kenaikan operasional sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” jelas Wagub dikutip dari Beritajakarta.
Mengacu pada Keputusan Gubernur 1674 Tahun 2018, setiap bulan Ketua RT diberikan dana operasional sebesar Rp 2 juta dan Rp 2,5 juta perbulan bagi RW.
Dengan kenaikan sebesar 25 persen, besaran biaya operasional RT dan RW kedepan akan meningkat menjadi berjumlah Rp 2,500,000 dan 3,125,000. ***

Share this article
Pramono-Rano janji naikkan dana RT/RW, kini direalisasi 25%. RT jadi Rp2,5 juta, RW Rp3,125 juta/bulan sesuai kemampuan daerah.