AYOJAKARTA.COM – Bagi setiap pengguna smartphone, berbagai fitur serta aplikasi yang tersedia pada perangkat bisa mendatangkan bencana bagi pemiliknya.
Scam serta online fraud merupakan upaya pencurian yang dilakukan oleh Pelaku terhadap korban dengan menggunakan smartphone sebagai salah satu media.
Sejalan dengan perkembangan teknologi smartphone dan fitur-fitur pada aplikasi, beberapa jenis modus operandi yang dilakukan oleh pelaku juga mengalami evolusi.
Baca Juga: Komitmen Pemprov Hadirkan Jakarta Hijau 2025, Salah Satunya Program Proklim
Salah satu jenis kejahatan berbasis digital yang marak terjadi di kalangan pengguna teknologi, karena memiliki banyak modus operandi adalah phising.
Dalam praktiknya, pelaku akan berpura-pura menjadi perwakilan dari suatu institusi atau lembaga yang meminta agar calon korban bersedia membuka tautan.
Melalui tautan yang diberikan, calon korban akan diminta mengisi sejumlah data pribadi dan kemudian disalahgunakan untuk tindak kejahatan.
Selain berpura-pura menjadi perwakilan dari suatu instansi, modus operandi lain yang umum dilakukan pelaku adalah dengan menakut-nakuti calon korban.
Beberapa contoh peran yang sering dimainkan oleh pelaku kepada calon korban adalah dengan memberi kabar buruk tentang anggota keluarga karena terluka.
Baca Juga: Ini Dia! 4 Bansos Masih Cair Agustus 2025, Penyaluran Diantar Langsung ke Rumah KPM
Empati calon korban yang berlebih, akan membuat korban menjadi lebih dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh Pelaku kejahatan.
Disamping meminta untuk dilakukan pengiriman uang, dalam sejumlah kasus Pelaku juga sering menggunakan modus yang bervariasi seperti skyware.
Skyware merupakan cara menipu calon korban dengan iming-iming akan diselamatkan dari suatu kendala yang sebenarnya tidak pernah ada.
Prinsip kerja serupa juga banyak dialami pengguna smartphone, setelah melakukan belanja online di e-commerce palsu.
Adapun kejahatan scamming yang banyak dimanfaatkan oleh pelaku adalah dengan modus form jacking atau link palsu dan 419 atau pemberi kabar baik tetapi bohong.
Berbeda dengan kejahatan scam lainnya yang memanfaatkan rasa takut, modus 419 justru memberi kabar bahagia sehingga membuat calon korban tidak waspada.
Salah satu bentuk penipuan berbasis teknologi digital yang saat ini terbilang sangat baru adalah modus tapping EDC bagi pemilik kartu kredit contactless atau tanpa PIN.
Banyak terjadi di tengah-tengah keramaian, modus pencurian data dengan EDC ini dilakukan oleh kawanan Ppelaku dengan menempelkan perangkat ke bagian saku atau tas calon korban.
Saat anggota kawanan berpura-pura bertanya atau mencoba berinteraksi dan mencuri perhatian, anggota lainnya akan mendekat dan memindai calon korban.
Korban yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang diperalat, akan lengah meski baru saja mengalami pencurian.
Agar tidak menjadi sasaran pelaku kejahatan, pastikan untuk selalu meletakkan barang bawaan di bagian yang mudah terlihat dan terjangkau. ***
Share this article
Salah satu jenis kejahatan berbasis digital yang marak terjadi di kalangan pengguna teknologi adalah phising.